Haruskah beralih ke Bahan Bakar Gas ?

Perkembangan otomotif sebagai alat transportasi, baik di darat maupun di laut, sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Selain mempercepat dan mempermudah aktivitas, di sisi lain penggunaan kendaraan bermotor juga menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan, terutama gas buang dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak terurai atau terbakar dengan sempurna

Kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) mengandung timah hitam (Leaded gasoline) berperan sebagai penyumbang polusi cukup besar terhadap kualitas udara dan kesehatan. Kondisi tersebut diperparah oleh terjadinya krisis ekonomi yang melanda negara, dimana kondisi kendaraan bermotor dan angkutan sangat buruk akibat mahalnya suku cadang dan perawatan yang kurang baik sehingga proses pembakaran yang terjadi kurang sempurna.

Fenomena ini mendorong manusia untuk berusaha mencari bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak untuk mengoperasikan mesin. Salah satu jenis bahan bakar alternatif yang memungkinkan untuk menggantikan bahan bakar minyak terutama yang akan digunakan untuk kendaraan bermotor adalah bahan bakar gas.

Bahan bakar gas juga memiliki beberapa keuntungan antara lain seperti memiliki AO (angka oktan) yang lebih tinggi dibanding bensin (sekitar 120- 130 dibanding bensin yang hanya sekitar 80 untuk premium dan 94 untuk premix), hasil pembakarannya relatif lebih bersih (mengingat rantai karbon bahan bakar gas yang sangat pendek dibandingkan bensin), umur minyak pelumas juga lebih panjang, dan berbagai keuntungan lainnya.

Jenis bahan bakar gas yang sering digunakan adalah LPG (Liquifed Petroleum Gas). Senyawa yang terdapat dalam LPG adalah propana (C3H8), Propilen (C3H6), iso-butan (C4H10) dan Butilen (C4H8). LPG merupakan campuran dari hidrokarbon tersebut yang berbentuk gas pada tekanan atmosfir, namun dapat diembunkan menjadi bentuk cair pada suhu normal, dengan tekanan yang cukup besar. Walaupun digunakan sebagai gas, namun untuk kenyamanan dan kemudahannya, disimpan dan ditransport dalam bentuk cair dengan tekanan tertentu. LPG cair, jika menguap membentuk gas dengan volume sekitar 250 kali.

Jumlah persediaan minyak bumi yang mulai menipis mengakibatkan kelangkaan minyak bumi dan memberi dampak yang besar pada tiap-tiap Negara terutama Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kelangkaan minyak bumi secara langsung akan memiliki dampak besar pada sektor perekonomian dan transportasi. Menipisnya persediaan minyak bumi menjadi penyebab utama kelangkaan bahan bakar untuk transportasi dan industri. Hargaminyak mentah pada tahun 2000 yang berkisar $5 – $10 per barrel, kini pada tahun 2008 telah melebihi $50 per barrel. (Peak oil and the extinction of humanity, October 10,2006).

Indonesia memilki sumber gas alam yang berlimpah dan saat ini merupakan eksportir gas alam terbesar di dunia. Saat ini bahan bakar gas telah terbukti sebagai pilihan yang lebih baik di bidang transportasi. Data menunjukkan bahwa bahan bakar gas yang mulai dicoba oleh pemerintah melalui pertamina pada tahun 1987 memiliki beberapa keuntungan diantaranya lebih murah dari bahan bakar minyak, lebih ringan dari udara, usia mesin lebih lama, perawatan lebih murah dan tidak mencemari lingkungan. Tapi masalahnya adalah perkembangan bahan bakar gas di masyarakat sangatlah lambat. Hal ini disebabkan antara lain karena harga bahan bakar gas tidak kompetitif dibanding bahan bakar minyak, harga conversion kit yang masih terlalu mahal, dan pemikiran masyarakat yang cenderung untuk selalu menggunakan bahan bakar minyak. Oleh karena itu agar bahan bakar gas menjadi bahan bakar alternatif di bidang transportasi maka diperlukan kebijakan dari pemerintah yang didukung oleh masyarakat.

Pemakaian bahan bakar gas untuk motor bensin dapat dilakukan dengan menambahkan peralatan yang disebut dengan conversion kit. Namun penggunaannya masih terbatas karena adanya kendala terhadap performa dari motor, yaitu terlalu tingginya putaran pada kondisi idle dan rendahnya akselerasi jika dibandingkan dengan motor yang menggunakan bahan bakar bensin. Salah satu penyebab dari tingginya putaran idle adalah terlalu sedikitnya bahan bakar gas yang masuk ke intake manifold dan specific gravity dari bahan bakar gas (0.562 kg/m3) lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar bensin, hal ini berakibat kondisi idle dimana katup gas hanya terbuka sedikit, udara yang masuk bersama-sama dengan bahan bakar gas tidak dapat melakukan pembakaran secara sempurna. Salah satu cara untuk memecahkan permasalahannya adalah dengan memberikan suplai bahan bakar gas melalui sistim injeksi yang dikontrol secara elektronik baik pada kondisi idle maupun pada saat akselesari.

Penggantian bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor ternyata mengakibatkan penurunan daya motor yang dihasilkan. Dengan menambahkan peralatan tambahan berupa blower dan injeksi bahan bakar gas, maka tekanan dan kepadatan campuran bahan bakar gas dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar bisa lebih tinggi dan daya yang dihasilkan motor bakar lebih meningkat dan bisa menyamai bahkan melebihi daya motor dari motor bakar pada waktu menggunakan bensin.

Konverter Kit

Konverter Kit atau dikenal juga dengan nama Conversion kit merupakan peralatan tambahan pada motor bakar sehingga motor tersebut dapat menggunakan bahan bakar gas. Penggunaan conversion kit didasarkan pada tiga pilihan sebagai berikut :
· Hanya bekerja dengan gas saja
· Dapat bekerja dengan gas saja atau gasoline saja (dual fuel)
· Dapat bekerja dengan dua bahan bakar bersamasama (khusus diesel mixed fuel).

Komponen-komponen perangkat konversi bahan bakar gas tersebut terdiri dari tangki penyimpan bahan bakar gas, regulator (pengatur tinggi rendahnya tekanan), mixer (pencampur udara-bahan bakar).

Pada gambar di bawah ini ditunjukkan skema sistim perangkat konversi berbahan bakar ganda (dual fuel) pada kendaraan bermotor.

Konsumsi Bahan Bakar (Fuel Consumption)

Merupakan ukuran pemakaian bahan bakar oleh suatu motor, biasanya diukur dalam satuan volume penggunaan bahan bakar per satuan waktu. Atau juga bisa didefinisikan sebagai jumlah bahan bakar yang dipakai oleh motor untuk menjalankan motor selama watu tertentu, biasanya dalam satuan liter per jam.
Besarnya Fuel Consumption (FC) dapat dihitung dengan persamaan :

FC = Volume Bahan Bakar / Waktu (dalan satuan Liter/Jam)

Bahan Bakar Gas

Bahan bakar gas adalah gas bumi yang telah dimurnikan dan aman, bersih andal, murah, dipakai sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Komposisi bahan bakar gas sebagian besar terdiri dari gas metana ( CH4) dan etana (C2H6) lebih kurang 90% dan selebihnya adalah gas propana (C3H8), butana (C4H10), pentana (C5H10), nitrogen dan karbon dioksida. Bahan bakar gas lebih ringan daripada udara dengan berat jenis sekitar 0,6036 dan mempunyai nilai oktan 120.

Komposisi utama dari bahan bakar gas adalah unsur metana (CH4) sebesar 95,03%; etana (C2H6) sebesar 2,23%; karbondioksida (CO2) sebesar 1,75%; Nitrogen (N2) 0.68 % dan propana (C3H8) sebesar 0,29%. Dari komposisi ini terlihat bahwa komponen utama dari bahan bakar gas adalah gas methana. Berat jenis bahan bakar gas lebih kecil dari berat jenis udara, sehingga jika terjadi kebocoran baik pada tangki penyimpan maupun saluran bahan bakar akan segera naik ke atas. Bahan bakar gas karena wujudnya berupa gas, tidak perlu diuapkan terlebih dahulu sebagaimana pada bahan bakar minyak (gasoline), sehingga emisi yang berlebihan karena terlalu kayanya campuran bahan bakar udara pada saat start dapat diperkecil.

Nilai oktan bahan bakar gas lebih tinggi dibandingkan gasoline, yaitu antara 120 sampai 130. Dengan tingginya nilai oktan tersebut maka pada rasio kompresi yang lebih tinggi tidak akan terjadi knocking pada motor. Keunggulan bahan bakar gas ditinjau dari proses pembakarannya di dalam ruang bakar adalah karena bahan bakar gas memiliki perbandingan atom karbon terhadap atom hidrogen yang rendah, sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna. Mengingat bahan bakar gas sudah berada pada fase gas, maka dengan mudah dapat bercampur dengan udara dalam ruang bakar, sehingga oksigen dapat dengan mudah bergabung dengan karbon dan memberikan reaksi pembentukan CO2 bukan CO. Disamping itu karena jumlah atom karbon molekul bahan bakar gas lebih sedikit dibandingkan bahan bakar minyak, maka CO yang terbentuk dari proses pembakaran juga lebih sedikit.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: