Arsip untuk LPG

Alternatif BBM

Semakin menipisnya minyak bumi, memacu berbagai kalangan untuk mencari bahan bakar alternatif. Terdapat 10 bahan bakar alternatif yang diperkirakan cepat atau lambat dapat menggantikan minyak.

1. Hidrogen
Eenergi kimia yang diubah menjadi listrik dan cocok digunakan untuk mobil listrik. Sekarang sedang dalam tahap pengembangan, khususnya infrastruktur untuk pengisian sel bahan bakar tersebut ke kendaraan agar bisa dilakukan juga secara konvensional. Dengan gencarnya pengembangan dan produksi mobil listrik, penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif juga semakin besar.

2. Biodiesel
Biodiesel dihasilkan dari minyak nabati atau lemak hewan. Bahan bakar ini dinilai cukup efektif dengan emisi karbondioksida yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar konvensional. Masalahnya, karena dibuat dari tumbuhan atau hewan, bisa mengganggu ketersediaan makanan bagi manusia.

3. Air
Sejauh ini air sebagai bahan bakar masih hipotesis dan dalam penelitian lanjut. Air merupakan energi yang memang tidak secara langsung bisa dipakai tanpa bantuan proses lain. Pasalnya, air merupakan oksidasi  dari hidrogen. Untuk itu harus dikembangkan  teknologi untuk memecah molekul air menjadi hidrogen dan digunakan sebagai energi.

4. Urine
Jika ini terjadi kita tidak perlu pusing lagi mencari WC umum ketika melakukan perjalanan. Menurut Dr. Gerardine Botte dari Asosiasi Profesor Departemen Tehnik Mesin Kimia dan Biomolekuler di Universitas Ohio, di dalam molekul urea (urine) terdapat  empat atom hidrogen jika dibandingkan air biasa yang hanya mengandung dua atom hidrogen. Lalu molekul tersebut dipisahkan melalui oksidasi dengan basis elektroda nikel pada 0.37 V sehingga  hidrogen tersebut akan terpecah.

5. Etanol
Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja dan merupakan cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan sudah biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Etanol diproduksi dari tanaman, merupakan bahan bakar yang paling sedikit menghasilkan emisi. Beberapa bahan bakar yang dicampur dengan etanol yang terkenal adalah  gasohol E10 yang terdiri dari 90 persen bensin dan 10 persen etanol. Di beberapa negara sudah menggunakan E85 yaitu 85 persen etanol dan 15 persen  bensin.

6. Nitrogen Cair
Nitrogen cair adalah salah satu yang disiapkan untuk kendaraan masa depan. Proses pembuatannya, nitrogen cair dipanaskan, ekstrak panas menghasilkan tekanan udara dan digunakan untuk menggerakkan  piston atau mesin sehingga bisa berputar.

7. Tekanan Udara
Selain tekanan udara yang dihasilkan oleh nitrogen cair, secara sederhana kompresi udara juga bisa digunakan sebagai sumber daya mobil. Penggunaan uda yang dikompresi tidak memerlukan busi dan sistem pendingin. Dengan demikian dapat mengurangi biaya produksi dan perawatan kendaraan. Proyek mesin dengan tekanan udara ini pertama dikembangkan oleh Tata Motors dari India  bekerja sama dengan perusahaan Perancis, MDI.

8. Gas Alam
CNG (Compressed Natural Gas) atau gas alam dan di Indonesia lebih dikenal dengan BBG )bahan bakar gas). Polusi yang ditimbulkan lebih rendah dibandingkan bensin dan diesel. Kaerna lebih ringan  dari oksigen, polusi yang ditimbulkan juga sangat rendah. Masalahnya, untuk menyimpannya diperlukan tekanan yang sangat tinggi. Akibatnya, harus menggunakan tabung atau tangki yang kuat dan berat.

9. Liquefied Petroleum Gas (LPG)
Bahan bakar ini sudah umum digunakan oleh rumah tangga di Indonesia dan dikenal dengan sebutan elpiji. Karena terdiri dari campuran hidrokarbon yang mudah terbakar (kalu ada sumber api), penggunaannya transportasi umum sudah banyak. Dibandingkan dengan BBG, penyimpanan elpiji membutuhkan tekanan jauh lebih rendah.

10. Sampah Organis
Sampah organis diproses menjadi bahan bakar cair yang disebut dengan gasifikasi dan disebutn juga gas sintesis. Gas ini  dicampur dengan etanol sehingga proses pembakaran lebih mudah. Dalam skala kecil, beberapa negara telah memanfaatkan gas ini sebagai  bahan bakar kendaraan bermotor.
 

Tinggalkan sebuah Komentar

Kenapa Pemerintah tidak segera mengkonversi BBM ke LPG

Konverter Kit LGP Karya Anak Bangsa
Pemerintah diminta untuk memanfaatkan momentum pelaksanaan konversi dari minyak tanah ke liquefied petroleum gas (LPG) untuk merealisasikan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Masyarakat telah menerima keberadaan LPG sebagai salah satu bahan bakar gas yang aman dibandingkan dengan compressed natural gas (CNG).

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, menjelaskan, LPG memiliki beberapa keuntungan dibandingkan CNG. Tabung LPG lebih ringan dibandingkan tabung CNG, karena LPG tidak perlu dipadatkan seperti CNG.

“Lapisan dalam tabung CNG harus tebal, karena didesain harus tahan tekanan tinggi,” ujar Sofyano kepada VIVAnews, akhir pekan lalu.

Selain itu, ia menjelaskan, biaya untuk membangun infrastruktur LPG lebih rendah dibandingkan CNG. CNG hanya bisa didistribusikan melalui pipa yang ditanam dalam tanah menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sedangkan LPG dapat didistribusikan melalui tabung ataupun mobil tangki layaknya BBM untuk dikirim ke SPBU.

Hal lain yang dapat menjadi pertimbangan pemerintah, menurut dia, adalah LPG telah dapat diterima masyarakat. Saat ini, seluruh pedagang kaki lima pun telah berani menggunakan LPG ukuran 3 kilogram dan tidak ada lagi terdengar berita tabung LPG meledak. Artinya, masyarakat telah
memahami sisi keamanan LPG.

“Sedangkan CNG ini kan barang baru, masyarakat biasanya takut seperti dulu saat pertama kali LPG diperkenalkan,” katanya. 

KBRN, Jakarta : Pemerintah diharapkan segera melakukan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke “liquified petroleum gas” (LPG) untuk kendaraan bermotor sebagai salah satu solusi penghematan subsidi BBM.
  
“Dari hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh lembaga independen penyedia jasa pengujian dan analisa PT Sucofindo (Persero), pemanfaatan LPG ternyata bisa diaplikasikan sebagai bahan bakar untuk segala jenis kendaraan bermotor,” kata Direktur Utama PT Sucofindo, Arief Safari, di Jakarta, Kamis (12/7).
  
Arief mengatakan Sucofindo telah berhasil mengaplikasikan program konversi BBM ke LPG pada dua unit kendaraan dinas mereka, yakni satu unit mobil jenis MPV dan satu unit motor jenis skuter otomatis yang telah dimodifikasi menggunakan alat konversi (converter kit).
  
“Program konversi BBM ke BBG dalam hal ini LPG bisa dilakukan tanpa harus menunggu kesiapan infrastruktur SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) yang membutuhkan investasi yang besar. Untuk mempercepat program konversi BBM ke LPG ini pemerintah cukup memanfaatkan jaringan SPBU yang telah ada sebagai agen penjualan LPG seperti yang dilakukan dalam program konversi minyak tanah ke LPG,” paparnya.
  
Untuk bisa mengaplikasikan teknologi konversi BBM ke LPG, konsumen tidak perlu mengeluarkan dana yang besar karena pemasangan satu unit alat konversi BBM ke LPG termasuk harga tabung LPG hanya berkisar Rp4 juta untuk sepeda motor dan Rp12 juta untuk mobil.
  
“Jika alat konversi dan tabungnya sudah diproduksi massal di dalam negeri, tentunya harganya bisa jauh lebih murah,” tuturnya.
  
Dari hasil pengujian awal yang dilakukan PT Sucofindo, pengaplikasian teknologi konversi BBM ke LPG untuk kendaraan bermotor bisa diterapkan dengan aman, asalkan seluruh pihak yang terkait bisa memastikan seluruh prosesnya.
  
“Untuk memastikan keamanan, maka mulai dari fabrikasi, instalasi, distribusi, ‘authorized station’ (SPBU), serta operasionalnya, dilakukan Sertifikasi QA/QC dan inspeksi sesuai standar ASME, SNI, dan ISO,” tandasnya. (WDA/ant)
Infrastruktur yang belum memadai dan penentuan harga yang tidak tepat menjadi kendala dalam mengembangkan penggunaan bahan bakar gas LPG di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Boediono pada pembukaan Forum ke-25 Liquiefied Petroleum Gas (LPG) Dunia di Nusa Dua, Bali, Rabu (12/9/12).

Menurut Boediono, dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur, pemerintah sudah mempunyai rencana  jelas dan sistem pengoperasian yang baik untuk membangun pipa gas yang akan menghubungkan pulau Sumatera dan Jawa. Pembangunan saluran pipa gas tersebut telah dilakukan dan diharapkan selesai pada tahun 2014. Pemerintah juga sedang melakukan penyesuaian harga gas domestik agar masyarakat tidak keberatan menggunakan gas.Pembangunan terminal penerima gas di Jakarta terus ditingkatkan dan sudah beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.

“Perbaikan infrastruktur dan harga LPG diharapkan akan mengoptimalkan program konversi BBM ke LPG,” kata Boediono.

Sementara itu, Pertamina mengklaim bahwa penggunaan LPG meningkat tajam dalam 4 tahun terakhir. Pada awal program konversi minyak tanah ke LPG, Pertamina hanya memiliki tangki LPG dengan kapasitas 136.000 metrik ton, namun kini kapasitas tangki LPG  Pertamina sudah 295.000 metrik ton.

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan menyatakan, melalui program konversi minyak tanah ke LPG yang diterapkan mulai tahun 2007, Pertamina sudah mendistribusikan sekitar 57,9 juta paket LPG ukuran 3 Kg. 

Dengan program konversi tersebut tidak hanya mengurangi penggunaan minyak tanah, tetapi juga mengurangi emisi gas CO2.
Melihat peningkatan konsumsi LPG di tanah air, Pertamina akan lebih agresif dalam  membangun infrastruktur  penyedia LPG agar ketahanan energi nasional tetap terjaga.[Dearna/W1]

Tinggalkan sebuah Komentar

Tips Safety (Keamanan) menggunakan LPG

 Berikut ini beberapa petunjuk penggunaan Elpiji secara aman :

Apakah yang harus dipersiapkan sebelum menggunakan Tabung Elpiji 3 Kg?
  • Ruangan harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, disarankan untuk membuat ventilasi udara dibagian bawah dekat lantai ruangan. Letakkan kompor dibagian yang datar dan jauh dari bahan yang mudah terbakar.
  • Tabung Elpiji diletakkan sejauh mungkin dari kompornya atau sumber api lainnya.
  • Pasang Regulator pada katup tabung Elpiji(posisi knob regulator mengarah kebawah). Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung Elpiji.
  • Periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang maupun regulatornya. Apabila terjadi kebocoran akan tercium bau khas Elpiji.
  • Eratkan klem pada kedua ujung selang sebelum memasang regulator pada tabung Elpiji. Posisi tabung Elpiji harus selalu berdiri tegak dan terhindar dari panas matahari. Pastikan pemutar/tombol kompor harus dalam keadaan mati (off) saat menghubungkan kompor dengan tabung Elpiji.  
    Bagaimana tanda-tanda kebocoran Elpiji?
  • Tercium bau gas Elpiji yang menyengat
  • Terdapat embunan pada tabung Elpiji biasanya ada disekitar sambungan pengelasan tabung, neck ring, valve maupun sambungan pada foot ring.
  • Terdapat bunyi mendesis pada regulator.
Bagaimana Pemasangan Kompor Gas dan Tabung Gas 3 Kg?
Lepaskan segel plastik terlebih dahulu, selanjutnya pasang regulator pada katup tabung Elpiji. Setelah regulator terpasang, putar knopnya searah jarum jam sebesar 90o shingga posisinya horizontal. Pastikan regulator tidak kendur atau dapat terlepas.

Kemudian putar knop regulator searah jarum jam sebesar 90 derajat hingga posisinya vertikal agar gas Elpiji mengalir ke kompor. Periksa tabung dan kompor sebelum menggunakan. Selang harus terhindar dari panas dan tidak boleh tertindih

Bagaimana jika kompor tidak menyala ?
  • Pada kompor yang baru dipasang biasanya tidak langsung bisa menyala meskipun knop telah ditekan dan diputar.
  • Tekan knop dan tunggu beberapa saat agar gas mengalir menggantikan udara yang mengisi slang.
  • Ketok-ketok slang dengan menggunakan tongkat kecil (gagang pisau).
  • Cek regulator apakan sudah terpasang dengan baik dan goyang-goyang regulator tersebut supaya tidak tersumbat katupnya.
  • Goncang-goncang tabung Elpiji supaya gas lebih lancar mengalir ke slang.
  • Coba penyalaan beberapa kali dengan memutar dan menekan knop pemantik kompor.
  • Jika kompor tetap tidak bisa menyala segera tukarkan ke pangkalan terdekat yang sudah ditunjuk sebagai tempat penukaran kompor dengan membawa kartu pelanggan.
Bagaimana jika nyala api kompor berwarna merah ?
  • Kompor yang tidak menyala sempurna biasanya karena terdapat alat pengatur udara pada bagian burner. Buka burner dan atur knop pengatur udara agar komposisi perbandingan udara dan gas Elpiji tepat yang ditandai dengan nyala api yang berwarna biru.
  • Jika konsumen merasa terganggu dengan nyala api tidak berwarna biru (nyala kecil dan berwarna merah), meskipun udara sudah diusahakan diatur dengan alat pengatur udara maka konsumen dapat menukarkan kompor tersebut ke pangkalan terdekat yang telah ditunjuk sebagai tempat penukaran kompor.
Bagaimana jika Gas Elpiji 3 Kg habis?
Jika Gas Elpiji habis ditandai dengan api tidak dapat menyala meskipun knop kompor telah diputar untuk menyalakan pematik api dan tabung menjadi ringan.
Cara melepaskan dan memasang Regulator pada tabung Elpiji 3 kg :
  1. Lepas Regulator dari tabung gas Elpiji kosong dengan memutar knop berlawanan arah jarum jam.
  2. Pasang kembali regulator pada tabung yang berisi penuh
  3. Tukarkan tabung yang kosong dengan tabung gas Elpiji yang berisi penuh di agen atau penjual gas Elpiji. Anda hanya perlu membayar isi gas Elpiji saja. Pastikan tabung gas Elpiji dalam keadaan baik dan tersegel. Jika tabung gas bocor atau segel rusak, segera tukarkan ke tempat anda membelinya.
Berat tabung yang penuh harus sesuai jumlah berat tabung kosong ditambah berat isi gas Elpiji yaitu 8 kg (berat tabung kosong 5 kg, isi gas Elpiji 3 kg). Informasi berat kosong dan isi gas Elpiji tertera pada tabung Elpiji. Timbanglah tabung Elpiji sebelum membeli untuk memastikan konsumen mendapatkan tabung dengan volume yang tepat.

Tinggalkan sebuah Komentar

Pertanyaan (FAQ) seputar Elpiji

Berikut ini dapat dilihat beberapa pertanyaan yang sering dipertanyakan oleh pembaca. 

Apa itu LPG ?
  • Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA dengan brand Elpiji, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (Kilang BBM) dan Kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan. ELPIJI lebih berat dari udara dengan berat jenis sekitar 2.01 (dibandingkan dengan udara), tekanan uap Elpiji cair dalam tabung sekitar 5.0 – 6.2 Kg/cm2.
  • Perbandingan komposisi, propana (C3H8) : butana (C4H10) = 30:70
  • Nilai kalori: + 21.000 BTU/lb
  • Zat mercaptan biasanya ditambahkan kepada LPG untuk memberikan bau yang khas, sehingga kebocoran gas dapat dideteksi dengan cepat.
  • Elpiji PERTAMINA dipasarkan dalam kemasan tabung (3 Kg, 6 Kg, 12 Kg, 50 Kg) dan curah.

Bagaimanakan Jalur Distribusi Elpiji 3 Kg ?

 
Jalur Distribusi LPG 3 Kg berdasarkan “Pedoman Pencacahan dan Distribusi Elpiji 3 Kg” , No. 1688/F10000/ 2007-S3 berlaku tmt. 1 Agustus 2007 sebagai berikut.

Bagaimana Sarana dan Fasilitas Distribusi Elpiji 3 Kg ?
 
Jumlah Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kg di Region II Gas Domestik

Wilayah Jumlah Agen * Jumlah Pangkalan Yang Aktif
Jakarta Pusat 31 57
Jakarta Timur 61 43
Jakarta Utara 72 50
Depok 16 72
Tangerang 9 60
Jumlah 189 282
*Catatan: Beberapa Agen beroperasi dibeberapa wilayah distribusi Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kg adalah Agen/Pangkalan minyak tanah yang ditunjuk oleh Pertamina Menjadi agen /pangkalan Elpiji 3 Kg.
Apa yang dimaksud dengan konversi MITAN ke LPG ?
Konversi MITAN ke LPG merupakan program pemerintah untuk pengalihan subsidi dan penggunaan MITAN oleh masyarakat ke LPG 3 Kg melalui pembagian paket LPG 3 Kg beserta isi, kompor, regulator dan slang secara gratis kepada masyarakat yang memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.
Apakah maksud dan tujuan Konversi MITAN ke LPG ?
  • Mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak yang cenderung meningkat jumlahnya (terutama pemakaian MITAN).
  • Semakin menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia dan terus melambungnya harga minyak mentah dunia.
  • Pemakaian LPG terbukti lebih mudah dan hemat, lebih aman dan lebih bersih.
Siapa yang ditunjuk pemerintah dalam pelaksanaan Program Konversi MITAN ke LPG ?
  1. Kementerian Negara Koperasi dan UKM (selanjutnya disebut : KUKM): mengadakan kompor dan asesorisnya (regulator dan selang) serta mendistribusikannya bersama tabung dari Pertamina.
  2. PT. Pertamina (Persero) :
    • Menyediakan tabung Elpiji 3 Kg untuk perdana ditambah kebutuhan tabung untuk rolling.
    • Menyediakan gas Elpiji 3 Kg sebagai pengganti MITAN.
    • Mempersiapkan infrastruktur dan jalur distribusinya.
    • Dan lain-lainnya.
  3. Kementerian Negara Pemberdayan Perempuan: melakukan sosialisasi program peralihan penggunaan MITAN ke LPG.

Berdasarkan perkembangan, PERTAMINA akhirnya diminta juga untuk melakukan : Pengadaan Kompor & Distribusi kompor, tabung, selang dan regulator (yang semula tugas kementerian Negara KUKM) dan juga melakukan sosialisasi dengan berkoordinasi/bersama-sama Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan.

Siapa sajakah yang menjadi sasaran konversi ?
  1. Rumah Tangga Rumah tangga yang berhak menerima paket LPG 3 Kg beserta kelengkapannya harus memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai berikut:
    • Ibu rumah tangga
    • Pengguna MITAN murni
    • Kelas social C1 kebawah (pengeluaran < 1,5 juta/bulan)
    • Penduduk legal setempat dengan dibuktikan dan melampirkan KTP atau KK atau surat Keterangan dari Kelurahan setempat
  2. Usaha Mikro Usaha Mikro yang berhak menerima paket LPG 3 Kg beserta kelengkapannya harus memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai berikut:
    • Usaha mikro tersebut merupakan pengguna MITAN untuk bahan bakar memasak dalam usahanya
    • Penduduk legal setempat dengan dibuktikan dan melampirkan KTP arau KK atau surat Keterangan dari Kelurahan setempat
    • Melampirkan surat keterangan usaha dari kelurahan setempat
  3. Apabila dalam proses distribusi LPG 3 Kg secara gratis kepada masyarakat terdapat anggota masyarakat (Rumah Tangga atau Usaha Mikro) yang tidak memenuhi persyaratan diatas, akan tetapi sesuai kriteria berhak mendapatkan paket LPG 3 Kg secara gratis (contoh: penduduk musiman yang tidak memiliki KTP/ KK / Surat Keterangan dari kelurahan setempat), maka dapat diberikan paket LPG 3 Kg dengan melampirkan:
    • Surat Keterangan dari Kelurahan setempat, atau
    • Surat Keterangan RT/RW setempat, atau
    • Berita Acara serah terima distribusi antara konsultan dengan penerima paket dilampiri dengan foto copy kartu identitas yang bersangkutan.

Bagaimana tahap-tahap konversi MITAN ke LPG 3 Kg ?

  1. Penetapan wilayah prioritas konversi MITAN ke LPG 3 Kg
  2. Tender dan Pemilihan Konsultan Pelaksana Pencacahan dan Distribusi LPG 3 Kg
  3. Surat Pemberitahuan ke Pemda dan Aparat terkait di lokasi yang akan dilakukan konversi MITAN ke Elpji 3 Kg
  4. Sosialisasi dan Edukasi Konversi MITAN ke LPG 3 Kg oleh Konsultan
  5. Pencacahan untuk menentukan masyarakat yang berhak mendapatkan paket LPG 3Kg secara gratis dilakukan oleh Konsultan
  6. Pendistribusian paket LPG 3 Kg ke masyarakat yang berhak dilakukan oleh konsultan dengan disertai kartu kendali/kartu pelanggan
  7. Daerah yang sudah 100 %di distribusikan paket LPG 3 Kg selanjutnya ditarik alokasi MITAN bertahap sebesar 70% dengan melihat
  8. perkembangan situasi selanjutnya akan ditarik sisanya sebesar 30% dan disediakan Minyak tanah dengan harga keekonomian
  9. Masyarakat dapat mengisi ulang LPG 3 Kg ke pangkalan atau Agen LPG 3 Kg terdekat
Bagaimana perhitungan keuntungan Pemerintah dan Bagaimana Keuntungan Konsumen secara ekonomis pada konversi MITAN ke Elpji 3 Kg ?
 
Keuntungan Masyarakat.
Produk Harga Satuan Volume Pemakaian Untuk 8 Hari Biaya Pemakaian Untuk 8 Hari Biaya Pemakaian Dalam Sebulan (30 Hari)
MITAN Rp. 2.500/ltr 8 Liter Rp. 20.000 Rp. 75.000
LPG 3 Kg Rp. 4.250/Kg 3 Kg Rp. 12.750 Rp. 51.000
Penghematan Rp.7.250 Rp. 24.000
Dalam Sosialisasi Apa Tag line yang secara konsisten di usung dalam rangka Konversi MITAN ke LPG ?
 
3 kali isinya dan 3 kali untungnya:
  • Lebih mudah dan hemat
  • Lebih aman
  • Lebih bersih
Bagaimana Proses Penukaran Kompor dan regulator yang rusak ?
Tata Cara Penukaran adalah sebagai berikut.
  1. Konsumen membawa Kartu Kendali, Kompor, Regulator dan slang yang rusak ke pangkalan terdekat di wilayahnya yang sudah ditunjuk sebagai tempat penukaran
  2. Konsumen yang menukarkan ,Kompor, Regulator dan slang langsung menerima penggantian sesuai dengan stock yang sudah disediakan
  3. Pangkalan menukarkan Kompor, Regulator dan slang yang rusak ke agen
  4. Agen menukarkan Kompor, Regulator dan slang yang rusak ke Pertamina atau Pabrikan yang sudah ditentukan
Khusus untuk Region II Gas Domestik Wilayah DKI, Banten dan Jawa Barat penukaran dapat dilakukan alamat sebagai berikut.

WILAYAH TANGERANG (MERK KOMPOR : COVINA, QUANTUM)
Kecamatan Agen Pangkalan Alamat No. Telp.
Karawaci PT. Cahaya Berkat Utama Yang Boen Jl. Imam Bonjol Gg. Tegal Baru RT. 03/07 021-5583810
Tangerang PT. Wira Jaya Lestari PT. Wira Jaya Les Jl. KH. Soleh Ali Gg. Sukamana III No. 27 RT 01/02 Kel. Sukasari 021-5522566
Neglasari PT. Cahaya Berkat Utama L. Slon Jl. Kedaung Wetan No.11 RT 03/01 021-5522566
Batu Ceper PT. Cahaya Berkat Utama Ibu Da Jl. KH. Soleh Ali Gg. Sukamana III No. 27 RT 01/02 Kel. Sukasari 021-5522566
Benda PT. Ramita Aba Mahfuz Bin Ha Jl. KH. Soleh Ali Gg. Sukamana III No. 27 RT 01/02 Kel. Sukasari 021-5522566

WILAYAH JAKARTA PUSAT (MERK KOMPOR : SUPRA, WIN, QUANTUM)
Kecamatan Agen Pangkalan Alamat No. Telp.
Kemayoran PT. Bina Prasatha Buana Ahmad Rianto Hadi Jl. Cempaka Baru RT 01/07 Cempaka Baru 021-4256711
Johar Baru PT. Yasri Panutan Sejahtera H. Soleh Jl. Pangkalan Asem Raya No.9 RT 05/07 Galur 021-4221741
Senen PT. Empat Bersaudara Puryanta Jl. Kramat Pulau Dalem II No. 107 021-31937075
Sawah Besar PT. Pratama Mitra Makmur Damo Jl. Kartini XII No.2 RT 13/01 021-62540722
Menteng PT. Yasri Cipto Nugroho H. Andi Arifin Jl. Matraman Dalam No.22 E RT 07/08 Pegangsaan 021-31903426
Gambir PT. Yasri Cipto Nugroho Asep Jl. Pembangunan 1 No.15 RT 09/02 021-3469322

WILAYAH JAKARTA TIMUR (MERK KOMPOR : COVINA, QUANTUM, WIN, TODACHI)
Kecamatan Agen Pangkalan Alamat No. Telp.
Sukmajaya KSU Karya Jaya Raja Gas Jl. Raya Kalimulya Depok 021-77824126
Pancoran Mas PT. Transmita Depok Raya Rahmad Jl. Pramuka No.1/9 RT 04/04 Pancoran Mas Depok 08161649127

WILAYAH JAKARTA UTARA (MERK KOMPOR : COVINA, QUANTUM, WIN, TODACHI)
Kecamatan Agen Pangkalan Alamat No. Telp.
Tanjung Priok PT. Maya Mandiri Afrikan Jl. Warakas I Gg. 21 Tanjung Priok, Jakarta Utara 021-9124818
Pademangan PT. Ulindo Sejahtera Mugen Jl. Pademangan Timur RT 03/10 021-6456481
Penjaringan PT. Kaya Sumber Kaya Sumber Jl. Pluit Dalam RT 11/08 No.17 021-93114111

WILAYAH DEPOK (MERK KOMPOR : COVINA, QUANTUM, DENPO, MULTITECH, TJAKRINDO)
Kecamatan Agen Pangkalan Alamat No. Telp.
Sukmajaya KSU Karya Jaya Raja Gas Jl. Raya Kalimulya Depok 021-77824126
Pancoran Mas PT. Transmita Depok Raya Rahmad Jl. Pramuka No.1/9 RT 04/04 Pancoran Mas Depok 08161649127
Apakah Tabung gas Elpiji mudah meledak ?
 
TIDAK BENAR !
Tabung gas Elpiji memenuhi standard Safety SNI 19-1452-2001
  1. Tabung Gas Elpiji yang diproduksi sesuai standard dilengkapi:
    • Katup pengaman (safety valve) yang akan membuka sendiri pada tekanan 18 Kg/cm2
    • Design tekanan maksimum tabung 110 Kg/cm2 sedangkan tekanan gas Elpiji dalam tabung berkisar 5-6 Kg/cm2
  2. Setiap kali tabung gas Elpiji akan diisi ulang di FP Filling Plant Pertamina, SPPBE atau SPPEK tabung tersebut diperiksa akan kelayakan edarnya.
  3. Setiap tabung gas Elpiji mempunyai masa edar 5 tahun sejak diproduksi dan kemudian setelah 5 tahun akan di uji ulang secara menyeluruh. Apabila kondisi tabung masih laik edar maka tabung tersebut akan diedarkan dan diisi gas Elpiji hingga 5 tahun mendatang. Akan tetapi jika sebelum 5 tahun menunjukkan tanda-tanda tidak layak edar (tabung berkarat penyok, bocor), tabung tersebut akan ditarik dan dilakukan pengujian ulang.
Bagaimana cara pemakaian Elpiji yang aman ?
  • Kompor dan tabung gas ditempat yang datar dan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik
  • Tabung Elpiji diletakkan sejauh mungkin dari kompornya atau sumber api lainnya
  • Pasang Regulator pada katup tabung Elpiji(posisi knob regulator mengarah kebawah). Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung Elpiji
  • Periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang maupun regulatornya. Apabila terjadi kebocoran akan tercium bau khas Elpiji
  • Kompor Elpiji siap dan aman untuk digunakan

Bagaimana jika kompor tidak menyala ?

 
Pada kompor yang baru dipasang biasanya tidak langsung bisa menyala meskipun knop telah ditekan dan diputar:
  • Tekan knop dan tunggu beberapa saat agar gas mengalir menggantikan udara yang mengisi slang
  • Ketok-ketok slang dengan menggunakan tongkat kecil (gagang pisau)
  • Cek regulator apakan sudah terpasang dengan baik dan goyang-goyang regulator tersebut supaya tidak tersumbat katupnya.
  • Goncang-goncang tabung Elpiji supaya gas lebih lancar mengalir ke slang
  • Coba penyalaan beberapa kali dengan memutar dan menekan knop pemantik kompor
  • Jika kompor tetap tidak bisa menyala segera tukarkan ke pangkalan terdekat yang sudah ditunjuk sebagai tempat penukaran kompor dengan membawa kartu pelanggan
Bagaimana jika nyala api kompor berwarna merah ?
  • Kompor yang tidak menyala sempurna biasanya terdapat alat pengatur udara pada bagian burner. Buka burner dan atur knop pengatur udara agar komposisi perbandingan udara dan gas Elpiji tepat yang ditandai dengan nyala api yang berwarna biru.
  • Jika konsumen merasa terganggu dengan nyala api tidak berwarna biru (nyala kecil dan berwarna merah), meskipun udara sudah diusahakan diatur dengan alat pengatur udara maka konsumen dapat menukarkan kompor tersebut ke pangkalan terdekat yang telah ditunjuk sebagai tempat penukaran kompor.
Bagaimana tanda-tanda kebocoran Elpiji ?
  • Tercium bau gas Elpiji yang menyengat
  • Terdapat embunan pada tabung Elpiji biasanya ada disekitar sambungan pengelasan tabung, neck ring, valve maupun sambungan pada foot ring
  • Terdapat bunyi mendesis pada regulator.
Berapa harga Elpji 3 Kg ?
  • Harga tabung isi ulang di agen dan pangkalan Elpiji resmi Pertamina Rp 12.750,-, Jika terjadi perbedaan harga segera dilaporkan ke Contact Service 0800 1 ELPIJI
  • Harga Tabung dan isi Elpiji 3 Kg adalah Rp 142.153,-.
  • Harga jual ini berlaku untuk Agen Elpiji radius sampai dengan 60 km dari Depot pengisian Elpiji atau Depot supply point Elpiji Pertamina. Lebih dari 60 km akan dikenakan tambahan ongkos angkut yang ditetapkan sesuai yang berlaku dilokasi masing-masing dihitung berdasarkan kelebihan kilometer diluar radius 60 km

Bagaimana kiat menabung untuk membeli LPG 3 Kg ? 

Rumah tangga yang sudah mendapatkan distribusi paket Elpiji 3 Kg seandainya menggunakan Elpiji selama 8 hari (sampai gas Elpiji tersebut habis), berarti telah melakukan penghematan karena tidak membeli minyak tanah selama 8 hari. Jika 1 hari Rumah tangga memerlukan minyak tanah sebanya 1 liter maka uang yang biasa digunakan untuk membeli minyak tanah ditabung secara disiplin sebesar Rp 2,500.00/hari sehingga selama 8 hari terkumpul sebanyak Rp 20,000.00. Setelah 8 hari uang yang terkumpul sudah dapat digunakan untuk membeli isi ulang Elpiji 3 Kg seharga rp 12,750.00 dengan keuntungan sisa uang yang bisa dihemat sebesar Rp 7,250.00 (selama 8 hari).

Apakah Pertamina menjual atau bekerjasama dengan penjual Regulator ?
 
TIDAK BENAR !
  • Jika ada yang mengatas namakan PERTAMINA dalam menjual regulator kemasyarakat merupakan oknum yang tidak bertanggung jawab
  • Regulator yang sudah diberikan PERTAMINA ke Rumah Tangga sudah memenuhi standard SNI dan aman untuk diguanakan
  • Jika terdapat kerusakan di regulator dapat segera ditukarkan ke pangkalan Elpiji 3 Kg terdekat yang sudah ditunjuk sebgai tempat penukaran regulator dengan membawa kartu pelnggan Elpiji 3 Kg
Apakah yang harus dipersiapkan sebelum menggunakan Tabung Elpiji 3 Kg ?
  1. Ruangan harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, disarankan untuk membuat ventilasi udara dibagian bawah dekat lantai ruangan. Letakkan kompor dibagian yang datar dan jauh dari bahan yang mudah terbakar
  2. Eratkan klem pada kedua ujung selang sebelum memasang regulator pada tabung Elpiji. Posisi tabung Elpiji harus selalu berdiri tegak dan terhindar dari panas matahari. Pastikan pemutar/tombol kompor harus dalam keadaan mati (off) saat menghubungkan kompor dengan tabung Elpiji
Bagaimana Pemasangan Kompor Gas dan Tabung Gas 3 Kg ?
  1. Lepaskan segel plastik terlebih dahulu, selanjutnya pasang regulator pada katup tabung Elpiji
  2. Setelah regulator terpasang, putar knopnya searah jarum jam sebesar 90o sehingga posisinya horizontal. Pastikan regulator tidak kendur atau dapat terlepas
  3. Kemudian putar knop regulator searah jarum jam sebesar 90 derajat hingga posisinya vertikal agar gas Elpiji mengalir ke kompor. Periksa tabung dan kompor sebelum menggunakan. Selang harus terhindar dari panas dan tidak boleh tertindih
Bagaimana Penggunaan Kompor dan Tabung Gas 3 Kg yang baik ?
  1. Putar knop kompor berlawanan arah jarum jam untuk menyalakan pemantik api dan atur posisi knop untuk mengatur nyala api sesuai kebutuhan
  2. Atur Aliran udara hingga nyala api berwarna biru
  3. Hindarkan tertumpahnya bahan yang dimasak kedalam kompor
  4. Atur Aliran udara hingga nyala api berwarna biru
Bagaimana jika Gas Elpiji 3 Kg habis ?
  1. Jika Gas Elpiji habis ditandai dengan api tidak dapat menyala meskipun knop kompor telah diputar untuk menyalakan pematik api dan tabung menjadi ringan
  2. Cara melepaskan dan memasang Regulator pada tabung Elpiji 3 Kg:
    • Lepas Regulator dari tabung gas Elpiji kosong dengan memutar knop berlawanan arah jarum jam
    • Pasang kembali regulator pada tabung yang berisi penuh

  3. Tukarkan tabung yang kosong dengan tabung gas Elpiji yang berisi penuh di agen atau penjual gas Elpiji. Anda hanya perlu membayar isi gas Elpiji saja. Pastikan tabung gas Elpiji dalam keadaan baik dan tersegel. Jika tabung gas bocor atau segel rusak, segera tukarkan ke tempat anda membelinya
  4. Berat tabung yang penuh harus sesuai jumlah berat tabung kosong ditambah berat isi gas Elpiji yaitu 8 Kg ( berat tabung kosong 5 Kg, isi gas Elpiji 3 Kg). Informasi berat kosong dan isi gas Elpiji tertera pada tabung Elpiji. Timbanglah tabung Elpiji sebelum membeli untuk memastikan konsumen mendapatkan tabung dengan volume yang tepat
Bagaimana tindakan jika terjadi kebocoran tabung Gas Elpiji 3 Kg ?
  1. Bau khas gas Elpiji tercium menyengat jika ada kebocoran. Lepaskan regulator, bawa tabung keluar ruangan dan letakkan ditempat terbuka. Jangan menyalakan api atau menghidupkan listrik
  2. Bawa tabung gas Elpiji tersebut ke agen atau penjual gas Elpiji
Bagaimana cara menyampaikan usulan, pertanyaan, permasalahan ataupun keluhan seputar Konversi MITAN ke LPG ?
Semua usulan, pertanyaan, permasalahan dan keluhan seputar konversi MITAN ke LPG dapat disalurkan melalui
Layanan Contact Service :
Telp : 0800 1 ELPIJI atau 0800-1-357454
Pertamina Contact Center: Telp : 021-7917 3000 Sms :021-7111 3000 Fax :021-7972 177 Email:pcc@pertamina.com

Tinggalkan sebuah Komentar

Program Konversi Minyak Tanah ke LPG

Setiap tahunnya pemerintah menganggarkan dana +Rp 50 Trilyun untuk mensubsidi BBM: minyak tanah, premium dan solar. Dari ketiga jenis bahan bakar ini, minyak tanah adalah jenis bahan bakar yang mendapat subsidi terbesar (lebih dari 50% anggaran subsidi BBM digunakan untuk subsidi minyak tanah). Dari tahun ke tahun anggaran ini semakin tinggi, karena trend harga minyak dunia yang cenderung meningkat. Konversi MITAN ke LPG merupakan program pemerintah untuk pengalihan subsidi dan penggunaan MITAN oleh masyarakat ke LPG 3 kg melalui pembagian paket LPG 3 kg beserta isi, kompor, regulator dan slang secara gratis kepada masyarakat yang memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. 
Secara teori, pemakaian 1 liter minyak tanah setara dengan pemakaian 0.57 kg LPG. Dengan menghitung berdasarkan harga keekonomian minyak tanah dan LPG, subsidi yang diberikan untuk pemakaian 0.57 kg LPG akan lebih kecil daripada subsidi untuk 1 liter minyak tanah. Secara nasional, jika program Konversi Minyak Tanah ke LPG berhasil, maka pemerintah akan dapat menghemat 15-20 Trilyun subsidi BBM per tahun.
Dibandingkan dengan bahan bakar lain, penggunaan LPG lebih menguntungkan. 
Manfaat lain yang dapat diperoleh dari Konversi Minyak Tanah ke LPG adalah :
  • Mengurangi kerawanan penyalahgunaan minyak tanah.
  • Mengurangi polusi udara di rumah/dapur.
  • Menghemat waktu memasak dan perawatan alat memasak.
  • Dapat mengalokasikan minyak tanah untuk bahan bakar yang lebih komersil (misalnya bahan bakar pesawat/avtur).
  • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penghematan yang dapat dihasilkan adalah sebagai berikut :

Produk Harga Satuan Volume Pemakaian Untuk 8 Hari Biaya Pemakaian Untuk 8 Hari Biaya Pemakaian Dalam Sebulan (30 Hari)
MITAN Rp. 2.500/ltr 8 Liter Rp. 20.000 Rp. 75.000
LPG 3 Kg Rp. 4.250/Kg 3 Kg Rp. 12.750 Rp. 51.000
Penghematan Rp.7.250 Rp. 24.000

Target Program Konversi adalah sebagai berikut :

a. Rumah Tangga
Rumah tangga yang berhak menerima paket LPG 3 kg beserta kelengkapannya harus memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai berikut :
  • Ibu rumah tangga.
  • Pengguna MITAN murni.
  • Kelas social C1 kebawah (pengeluaran<1,5 juta/bulan).
  • Penduduk legal setempat dengan bukti melampirkan KTP atau KK atau surat keterangan dari kelurahan setempat.
b. Usaha Mikro
Usaha Mikro yang berhak menerima paket LPG 3 kg beserta kelengkapannya harus memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai berikut :
  • Usaha mikro tersebut merupakan pengguna MITAN untuk bahan bakar memasak dalam usahanya.
  • Penduduk legal setempat dengan dibuktikan dan melampirkan KTP atau KK atau surat Keterangan dari Kelurahan setempat.
  • Melampirkan surat keterangan usaha dari kelurahan setempat.

Tinggalkan sebuah Komentar

LPG Pertamina

ELPIJI adalah brand PERTAMINA untuk LPG (Liquefied Petroleum Gas). LPG merupakan gas hidrokarbon produksi dari kilang minyak dan kilang gas dengan komponen utama gas propane (C3H8) dan butane (C4H10).

Pada tekanan atmosfir, LPG berbentuk gas, tetapi untuk kemudahan distribusinya, LPG diubah fasanya menjadi cair dengan memberi tekanan. Dalam bentuk cair, LPG mudah didistribusikan dalam tabung ataupun tanki.

Di Indonesia, LPG digunakan terutama sebagai bahan bakar untuk memasak. Konsumen LPG bervariasi, mulai dari rumah tangga, kalangan komersial (restoran, hotel) hingga industri. Di kalangan industri, LPG digunakan sebagai bahan bakar pada industri makanan, keramik, gelas serta bahan bakar forklift. Selain itu, LPG juga dapat digunakan sebagai bahan baku pada industri aerosol serta refrigerant ramah lingkungan.

Mengapa memilih LPG?

Dibandingkan dengan bahan bakar lain, penggunaan LPG lebih menguntungkan:

  • Bersih: Hasil pembakaran LPG bersih dengan emisi yang rendah.
  • Stabil: Pembakaran LPG menghasilkan nilai kalori yang tinggi dan stabil.
  • Fleksibel: LPG dapat didistribusikan ke daerah manapun menggunakan skid tank ataupun tongkang, hingga ke daerah yang jauh dari supply point.
  • Cocok untuk produk yang sensitif dalam hal bauHasil pembakaran LPG tidak meninggalkan bau, sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar ataupun bahan baku untuk industri yang produknya sensitif terhadap bau.
  • Ramah lingkungan: Karena hasil pembakaran LPG yang bersih, penggunaan LPG akan ikut menunjang tuntutan dunia akan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan.
  • Cost reduction: Penggunaan LPG yang hemat serta rendahnya biaya maintenance peralatan dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar dan maintenance peralatan.

Elpiji 3 KG

Elpiji kemasan 3 Kg merupakan solusi PERTAMINA dalam melaksanakan program diversifikasi energi yang dicanangkan pemerintah: mengkonversi penggunaan minyak tanah menjadi Elpiji.         

Kecil bentuknya, dahsyat kekuatannya!

Temukan lokasi pembelian ELPIJI 3 Kg terdekat.

Bukan merupakan kelompok konsumen yang berhak menerima Elpiji 3 Kg? Jangan kecewa, mengapa tidak menggunakan Elpiji kemasan lainnya saja? Kami juga menyediakan Elpiji dalam kemasan:

    – Elpiji 12 Kg
    – Elpiji 50 Kg
    – Safety Tips

Mengapa beralih ke Elpiji? Apa keuntungannya dibandingkan menggunakan minyak tanah?
Elpiji merupakan merk PERTAMINA untuk LPG, yaitu gas hidrokarbon dengan kegunaan utama sebagai bahan bakar. Untuk keperluan memasak, LPG telah digunakan secara luas di seluruh dunia, karena nilai panas yang tinggi, kontrol panas yang stabil dan mudah, praktis, bersih (tidak meninggalkan jelaga), dan tidak meninggalkan bau pada makanan.

Bukankah Elpiji itu mahal?
Elpiji tidak mahal, bahkan survey membuktikan bahwa penggunaan Elpiji lebih hemat daripada minyak tanah.

Mengapa kemasan 3 Kg?
Penggunaan kemasan 3 Kg mempermudah pengguna dalam melakukan pembelian refill di muka, karena uang yang dibelanjakan tidak sebesar jika menggunakan kemasan Elpiji yang lebih besar.

Apakah menggunakan Elpiji tidak berbahaya?
Elpiji didesain dalam kemasan tabung yang sudah sesuai dengan standar, serta diuji secara berkala. Tekanan Elpiji di dalam tabung jauh di bawah tekanan pecahnya tabung. Jika tekanan gas dalam tabung berlebih, tekanan ini akan diseimbangkan menggunakan safety valve.

Bagaimana cara saya mendapatkannya?
Sayangnya produk ini belum dijual bebas. Untuk mendapatkannya, Anda haruslah merupakan konsumen minyak tanah yang belum pernah menggunakan Elpiji kemasan lainnya. Jika Anda merupakan kelompok konsumen ini, dan jika daerah Anda sudah ditetapkan sebagai target konversi, maka Anda akan didata dan dibagikan perangkat kompor, tabung Elpiji 3 Kg beserta isi perdana, serta accessories kompor secara cuma-cuma. Tidak dipungut bayaran dalam proses ini. Berhati-hatilah terhadap pihak yang mengatasnamakan PERTAMINA dan mewajibkan Anda membayar sejumlah tertentu untuk diikutkan dalam program konversi minyak tanah ke Elpiji.

Elpiji 12 KG

Jika rumah Anda tidak dilalui oleh jalur gas kota, maka Elpiji 12 Kg merupakan pilihan yang tepat untuk memasak. Dibandingkan dengan bahan bakar lainnya, Elpiji adalah gas yang dikemas dalam bentuk cair, memiliki nilai panas yang tinggi, besar kecilnya api mudah diatur. Selain itu, keunggulan lain dari Elpiji adalah merupakan bahan bakar yang bersih, dalam arti tidak menimbulkan jelaga/membuat hitam peralatan memasak ataupun dinding dapur, dan juga tidak menimbulkan bau pada masakan Anda.

Selain untuk memasak, Elpiji 12 Kg juga dapat digunakan untuk water heater. Diperkirakan saat ini lebih dari 6 juta keluarga sudah mempercayakan keperluan memasaknya kepada Elpiji 12 Kg. Mengapa tidak bergabung sekarang?

Elpiji 50 KG

Solusi yang tepat untuk kebutuhan usaha Anda
Temukan lokasi pembelian Elpiji 50 Kg terdekat.

Pada usaha catering, restoran ataupun hotel, kualitas dan kecepatan mempersiapkan makanan adalah kebutuhan yang utama. Untuk itu, diperlukan bahan bakar yang praktis, cepat dan dalam jumlah yang besar. Elpiji 50 Kg merupakan jawabannya. Merupakan LPG yang dikemas dalam tabung baja dengan berat isi LPG sejumlah 50 Kg, Anda tidak perlu sering mengganti dan membeli refillnya. Anda pun dapat memasak dan menggunakannya dengan leluasa tanpa takut harus membeli refillnya setiap hari.

Elpiji Bulk 
 
Elpiji Bulk umumnya digunakan oleh Industri yang membutuhkan LPG dalam skala besar dan digunakan untuk berbagai keperluan antara lain sebagai campuran bahan baku, pembakaran, membantu proses produksi. Elpiji Bulk dikirimkan dalam bentuk curah dengan tangki berukuran besar, dalam satuan MT (Metrik Ton). Untuk Industri yang membutuhkan Elpiji Bulk diharuskan memiliki instalasi penimbukan LPG, mengingat produk tersebut akan ditransfer dari skid tank (kendaraan yang membawa Elpiji dalam tangki berukuran besar) ke tempat penyimpanan LPG yang ada. Beberapa SPPBE yang dimiliki swasta memperoleh bulk LPG secara konsinyasi dari LPG FP (SPPBE milik Pertamina).
 

Tabel Harga LPG CP Aramco (USD/MT)

Bulan Propane Butane
Jan-11 935 920
Peb-11 820 810
Mar-11 820 860
Apr-11 875 890
Mei-11 945 995
Jun-11 855 925
Jul-11 815 855
Agu-11 835 855
Sep-11 790 865
Okt-11 735 815
Nop-11 750 810
Des-11 770 820
Jan-12 850 910
Peb-12 1010 1040
Mar-12 1230 1180
Apr-12 990 995
Mei-12 810 895
Jun-12 680 765
Jul-12 575 620
Agu-12 775 775
Sep-12 970 930
Okt-12 1025 965
Nop-12 1050 990
PropaneButaneJan-11Mar-11Mei-11Jul-11Sep-11Nop-11Jan-12Mar-12Mei-12Jul-12Sep-12Nop-125007009001.1001.300

Spesifikasi Elpiji

Spesifikasi Elpiji PERTAMINA mengikuti Keputusan Dirjen Migas No. 25 K/36/DDJM/1990 tanggal 14 Mei 1990 tentang Spesifikasi Bahan Bakar Gas Elpiji untuk Keperluan Dalam Negeri.

TEST MIN MAX METHOD
Spesilic Gravity at 60/60 °F to be reported to be reported ASTM D-1657
Vapour Pressure 100 °F, psig - 120 ASTM D-1267
Weathering Test 36 °F,%vol 95 - ASTM D-1837
Copper Corrosion 1 hr, 100 °F - No. 1 ASTM D-1838
Total Sulfur. grains/100 cuft 15 ASTM D-2784
Water Content No Free Water No Free Water Visual
Composition: ASTM D-2163
- 0.2
97.5 -
- 2.0
Ethyl or Buthyl mercaptan added, ml/100 AG 50 50

Tinggalkan sebuah Komentar

Data Statistik Minyak Bumi Indonesia 2004 – 2012

Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya. Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan. Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia.

Tinggalkan sebuah Komentar

BPPT Upayakan Dimetil Eter (DME) Gantikan LPG

Di Metil Eter (DME)
Satunegeri.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang mengupayakan dimetil eter atau DME  sebagai sumber energi terbarukan untuk menggantikan LPG. DME sebagai bahan bakar alternatif yang bersih dapat dimanfaatkan sebagai pengganti LPG atau bahkan bahan bakar kendaraan bermesin diesel Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Energi Terbarukan PTPSE BPPT Erlan Rosyadi, Senin (12/11), di Jakarta.
Penggunaan DME yang selama ini terbatas sebagai propelan akan dikembangkan sebagai bahan bakar pada sektor transportasi dan rumah tangga untuk menggantikan kompor LPG.”Pemanfaatan di rumah tangga mengurangi ketergantungan pada elpiji yang sebagian besar diimpor dan meningkatkan ketahanan energi nasional,” ujar MAM Oktaufik, Direktur PTPSE BPPT. Data BPPT dan Kementerian ESDM, impor LPG meningkat dari 1,6 juta ton pada 2010 jadi 2,1 juta ton pada 2011.
Untuk menerapkan DME pada rumah tangga Pusat  Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi (PTPSE) BPPT mengkaji dan menguji coba mencampur DME dan elpiji dengan komposisi 20 : 80 persen. 
“Saat ini kami  sedang menyiapkan standar proses, peralatan, dan dasar hukum untuk penggunaan skala komersial,” kata Erlan. Target standardisasi saat ini adalah untuk DME 100 persen tanpa campuran dengan LPG atau solar. Sumber BSN menyebutkan, proses penetapan standar akan dipercepat dengan mengadopsi identik standar internasional, yaitu ISO. Prosesnya dapat berlangsung 6 bulan.
“Sumber energi ini dapat diproduksi dari beberapa sumber, baik bahan bakar fosil seperti batubara maupun energi terbarukan seperti biomassa,” kata Erlan.Untuk menerapkan DME pada rumah tangga, PTPSE BPPT mengkaji dan menguji coba mencampur DME dan elpiji dengan komposisi 20 : 80 persen. Penggunaan kompor yang ada di pasaran dapat dipakai langsung dengan aman, tanpa modifikasi.
Penggunaan plastik atau karet pada selang antara kompor dan tabung gas perlu dicermati. Sifat DME melelehkan material. ”Demi keamanan, pemakaian karet dan plastik perlu standar keamanan,” tuturnya.
“Kajian dan uji coba juga dilakukan untuk aplikasi di sektor transportasi,” kata Erlan. Uji coba dilakukan untuk campuran DME dan solar pada mesin diesel. Adapun kajian pada proses distribusi hingga pengilangan untuk pencampuran dua jenis bahan bakar ini menghasilkan kesimpulan, perlu infrastruktur khusus sesuai sifat DME. Sementara dari  depo hingga ke konsumen dapat menggunakan infrastruktur elpiji yang ada.
Penggunaan campuran DME dan solar di Indonesia akan diatur berdasar  Peraturan Menteri ESDM. ”Keluarnya peraturan menunggu pengesahan standarnya oleh Badan Standardisasi Nasional,” ujar Nurul Tri Aini, Kepala Seksi Pengolahan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM.

Sementara itu, menurut Reza Sukaraharja, Kepala Laboratorium Kinerja Bahan Bakar dan Kinerja Mesin Lemigas, pembuatan DME lebih baik menggunakan sumber biomasa yang melimpah di daerah. Hal itu dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar di daerah.

Tinggalkan sebuah Komentar

Siapakah Konsumen BBM Terbanyak di Indonesia ?

Ketika pemerintah akan menaikkan harga BBM, banyak komentar dan alasan masyarakat menolaknya. Begitu juga dengan pemerintah, tidak mau kalah beralasan untuk menaikkan harga. Salah satu alasannya adalah karena konsumsi BBM di Indonesia meningkat (Tempo.co, 26 Maret 2012). Kebutuhan BBM yang meningkat ini kemudian membuat negara mengimpor minyak. Akibatnya, negara harus membayar mahal untuk itu.

Apa benar konsumsi BBM di negara kita meningkat?

Dari data Statistik Minyak Bumi yang didapat dari website resmi Kementrian ESDM tentang konsumsi BBM Indonesia dalam tabel di bawah ini.
Konsumsi Energi Indonesia 2005-2011 (Sumber data: Statistik Minyak Bumi 2011)
Konsumsi BBM dibandingkan konsumsi Non-BBM dan LPG memang jauh lebih tinggi. BBM sudah menjadi sumber energi utama, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia.
Dari tahun 2005 hingga 2011, konsumsi BBM memang meningkat 297,807 juta barrel menjadi 394,052 juta barrel. Peningkatan cukup signifikan terjadi pada tahun 2006 yaitu menjadi 374,691 juta barrel. Saat itulah pemerintah ramai-ramainya akan menaikkan harga BBM. Setelah tahun 2006 hingga 2011, peningkatan konsumsi BBM tidak terlalu signifikan.

BBM terdiri dari tujuh jenis yaitu avtur gasoline (avgas), avtur, mogas (motor gasoline), minyak tanah (mitan), minyak solar, minyak diesel dan minyak bakar. Avtur gasoline dan avtur adalah bahan bakar pesawat terbang. Sementara mogas atau motor gasoline sering kita kenal dengan bensin. Minyak tanah, dulu sebelum konversi minyak tanah ke LPG banyak digunakan sebagai bahan bakar memasak oleh rumah tangga. Sebagian lagi digunakan oleh industri. Sedangkan minyak solar dan minyak diesel digunakan juga untuk kendaraan yang bermesin diesel. Adapun minyak bakar lebih digunakan oleh industri-industri besar yang sering kali juga digunakan sebagai energi alternatif bagi industri menengah.

Konsumsi Energi Indonesia 2005-2011 (Sumber data: Statistik Minyak Bumi 2011)
Dari data yang dipublikasikan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral itu, juga bisa dilihat jenis BBM yang konsumsinya mengalami penurunan atau peningkatan.
Konsumsi avtur gasoline, avtur, dan minyak diesel tergolong yang rendah. Dari tahun 2005-2011 konsumsinya stabil dan di bawah 30 juta barrel per tahun. Begitu juga konsumsi minyak bakar yang cenderung stabil dari tahun 2005-2009. Bahkan sejak tahun 2010, konsumsi minyak bakar mengalami sedikit penurunan.
Lain halnya dengan konsumsi minyak tanah, karena ada program konversi minyak tanah ke LPG, jumlah minyak tanah di pasaran menurun. Selain karena mulai dikurangi jumlahnya dan masyarakat beralih ke LPG, subsidi minyak tanah mulai dikurangi sedikit demi sedikit, sehingga harga minyak tanah tidak lagi murah. Hal ini mendorong masyarakat untuk beralih ke bahan bakar lain selain minyak tanah. Itulah sebabnya, sejak tahun 2007, konsumsi minyak tanah terus menurun signifikan.
Sementara itu, konsumsi minyak solar cenderung stabil. Tetapi memang diantara jenis BBM lainnya, konsumsi minyak solar ternyata yang paling banyak. Solar banyak dibutuhkan oleh Industri untuk bahan bakar mesin-mesinnya. Tahun 2005 konsumsi solar mencapai 175 juta barrel dan hingga tahun 2011 konsumsinya sedikit menurun menjadi 169 juta barel.
Selain solar, konsumsi mogas juga yang terbanyak dibanding jenis BBM lainnya. Mogas atau gasoline atau lebih dikenal dengan bensin digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Awal tahun 2005, konsumsi bensin masih di angka 10 juta barel. Tetapi pada tahun 2011, konsumsi bensin mencapai 165 juta barel. Terjadi lonjakan yang cukup besar yaitu sekitar 50% selama enam tahun.
Jumlah kendaraan (Sumber data: BPS)
Mengapa konsumsi bensin begitu sangat tinggi? Tentu saja karena permintaan pasar, dimana jumlah kendaraan pada periode tersebut juga meningkat. Dari rekaman data oleh BPS, diantara kendaraan lainnya, pertumbuhan jumlah motor dari tahun 2005 sampai 2011 mengalami peningkatan menjadi 213%. (Septin Pujiastuti)
Sumber data:
Data BPS: Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Tahun 1987-2010. 
Data ESDM: Statistik Minyak Bumi 2012

Tinggalkan sebuah Komentar

Konverter Kit Generasi Baru dari Kikokit

Konverter Kit karya Anak Bangsa
Periode peralihan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) harus sudah dilaksanakan dari sekarang dan menjadi masalah pertama karena ketidakseriusan pemerintah dalam menyikapi hal ini. Polusi dan pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi masalah kedua. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tanpa adanya alternatif bahan bakar lainnya menjadi persoalan berikutnya ditanah air kita Indonesia yang tercinta ini. Konverter kit LPG dan CNG next generation adalah jawaban dari persoalan-persoalan tersebut.
 
Apa yang dimaksud dengan konverter kit konvensional? Konverter kit konvensional adalah peralatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) menggunakan sistem mekanikal dengan hanya memasukan gas kedalam ruang bakar dengan menggunakan satu intake yang nantinya sesuai langkah mesin terbagi menjadi 4 intake jika kendaraan tersebut menggunakan 4 silinder.

Apa yang dimaksud dengan konverter kit next generation? Adalah konverter kit menggunakan sistem kontrol secara elektronika sehingga bahan bakar gas (BBG) dimasukkan dari 4 intake kedalam masing-masing 4 ruang bakar secara sinkron dengan putaran dan langkah mesin. Selain itu bahan bakar gas tidak begitu saja dimasukan kedalam intake tetapi terlebih dahulu menggunakan valve atau katup sehingga besarannya dapat diatur dengan baik untuk mendapatkan efisiensi dan performance yang optimal. Selain itu emisi yang sarat dengan aturan atau regulasi dunia mengenai lingkungan hidup terutama polusi dan pemanasan global. Dikatakan konverter kit jenis ini menggunakan sistem sequential dan sudah diterapkan dikendaraan dinegara maju menggunakan konverter kit generasi ke II dan ke III.

Konverter kit next generation ini menawarkan solusi pada konverter kit yang sudah diprogramkan oleh pemerintah menggunakan konverter kit konvesional. Konverter kit ini berbeda dari konverter kit konvensional yang dipilih oleh pemerintah yang mana teknologi ini mengikuti teknologi otomotif dunia yang  dapat di setting dan tuning dengan baik. Hal ini akan berdampak positif pada lingkungan hidup dan polusi dunia yang semakin tidak menentu. Sebagai tambahan terhadap konverter kit next generation adalah penggunaan tabung fleksibel sehingga masyarakat dapat terbantukan jika kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) didaerah atau wilayah tersebut terjadi.

Sebenarnya konverter kit next generation ini lahir 3 tahun yang lalu dan bertepatan sekali waktunya pada awal tahun 2012 diperkenalkan konverter kit sebagai peralatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) sebagai program pemerintah untuk mengkonversi BBM ke BBG. Hanya saja pemerintah dengan para rekanannya (perusahaan pengadaan barang dan jasanya) masih mendukung dan menggunakan konverter kit konvensional yang sudah kadaluarsa dan tidak dipakai lagi dinegara-negara maju mengingat program piagam kyoto mengenai pemanasan global atau rumah kaca.

Konverter kit kreasi anak negeri ini dalam pengembangannya (development dan riset) menggunakan bahan bakar gas LPG untuk membuktikan kendaraan menggunakan bahan bakar gas. Yang paling mudah didapat adalah gas dalam tabung fleksibel 3kg atau 12kg sebagai alternatif bahan bakarnya dibandingkan harus menggunakan gas CNG dengan tabung yang kokoh. Kemudian konverter kit menggunakan tabung fleksibel sekalian diperkenalkan sebagai konverter kit next generation membantu program pemerintah dan rakyat  yang tidak mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Sebenarnya yang ingin ditampilkan disini adalah teknologi yang berbeda dengan konverter kit konvesional yang sudah diperkenalkan oleh pemerintah 5 tahun yang lalu yang rencananya akan diterapkan lagi pada program pemerintah mengenai konversi BBM ke BBG saat ini. Konverter kit konvensional 5 tahun yang lalu tersebut sebenarnya sudah divonis oleh perusahaan taxi sebagai konverter kit yang gagal dan dapat merusak mesin kendaraannya.

Jika peralatan konversi tersebut diterapkan lagi pada kendaraan karburator maka hal ini tidak bermasalah karena kendaraan tersebut juga masih konvensional. Tetapi jika peralatan konversi tersebut diterapkan pada kendaraan menggunakan EFI seperti Taxi atu kendaraan Dinas maka akan terdapat banyak sekali masalah. Yang pertama adalah teknologi mobil itu sendiri yang bermacam-macam dan berbeda sehingga pada saat pemasangan atau installment akan bermasalah jika tidak ada training yang khusus dan advanced. Yang kedua adalah tingkat keamanan dan keselamatannya jika pemerintah tetap menggunakan gas CNG pada kendaraan berbadan kecil atau mobil pribadi. Perlu diingat bahwa dinegara maju seperti negara-negara di Eropa melarang pengunaan bahan bakar gas CNG (Compressed Natural Gas) pada kendaraan berbadan kecil apalagi pada kendaraan pribadi.

Penggunaan tabung fleksibel seperti yang diungkapkan diatas sebenarnya juga merupakan tahapan pelaksanaan penggunaan bahan bakar gas tetapi menggunakan bahan bakar gas yang benar yaitu penggunaan bahan bakar gas jenis LGV pada kendaraan berbadan kecil atau mobil pribadi. Menggunakan tabung fleksibel terlebih dahulu yang kemudian jika infrastrukturnya sudah rampung maka dapat dibuatkan lagi pada peralatan konversi tersebut tabung fix atau tabung yang permanen. Yang ingin ditampilkan adalah penggunaan tabung fleksibel LPG 3kg atau 12kg yang dapat diperoleh dimana-mana karena program pemerintah mengenai konversi BBM ke BBG tidak akan jalan karena masalah infrastruktur (SPBG) yang belum siap. Pengguna nantinya juga akan sadar bahwa menggunakan konverter kit dengan tabung fleksibel sebenarnya melelahkan dibandingkan dengan tabung fix yang direfill di SPBG. 

Oleh karena itu kami perlu dukungan dari semua pihak akan hal ini terutama pada keberadaan SNI-nya (Standar Nasional Indonesia). Silahkan lihat di web : www. kikokit. web.id atau di http://bahanbakar-gas.blogspot.com. Semua informasi mengenai perjuangan dan sosialisasi terdapat pada web dan blog.

Konverter kit yang kami sosialisasikan tersebut diatas sesuai dengan tahapan dan displin riset belumlah sempurna tapi sudah mewakili suatu fungsi tertentu. Tahapan dan dispilin riset terdiri dari function sample dan prototype yang kemudian berdasarkan prototype inilah akan dijadikan produk masal. Jika dilihat dari tahapan pertama yaitu function sample bahwa pengembangan konverter kit sudah memasuki tahapan pengujian terhadap mesin atau engine. Tahapan function sample kedua adalah pengujian terhadap keamanan dan keselamatan. Hal inilah yang belum kami lakukan karena terdapat nilai dana yang besar disitu. Dana yang terdiri dari dana pembuatan kemasan untuk tabung 3kg atau 12kg dan dana finishing function sample. Kemudian function sample tersebut dirampungkan dengan design untuk produk masal yang dinamakan prototype. Dengan tahapan prototype itulah pengujian keseluruhan dilakukan kembali.

Hingga saat ini tahapan riset dilakukan sendiri dan dibantu oleh bengkel langganan yang dibayar sesuai dengan pekerjaannya yaitu memasang konverter kit pada kendaraan (mekanikal). Sementara pekerjaan yang utama dan mewakili perbedaan dengan konverter kit konvensional adalah sistem kontrol yang dibangun sesuai dengan perkembangan dan kemajuan otomotif dunia yaitu sistem EFI yang dilengkapi dengan ECU atau computer sistem kendaraan.

Rincian proyek sebenarnya berupa lanjutan tahapan riset dari function sample engine atau fungsi mesin ke fungsi keamanan dan keselamatan yang diwakili oleh Kemasan atau Jacketing (tight gas housing) untuk tabung fleksibel yang terbuat dari plastik PB (polybutylene) yang dilengkapi didalamnya dengan sensor gas dan temperatur, valve atau katup untuk ventile membuang gas keluar jika terjadi kebocoran, shut off valve atau katup penutup agar gas tidak mengalir jika gas tidak dipakai. Pembuatan kemasan dengan memakai plastik PB itulah yang mahal dengan biaya yang terdiri dari master cetakan moulding dan produksi kemasan itu sendiri, mungkin memerlukan harga berkisar Rp. 200. juta-an.

Bersama dengan peralatan kontrol pada kemasan dan ditambah dengan gas reducer yang diatur secara elektrik maka sistem kontrol yang dinamakan GCU (Gas Control Unit) akan berubah menjadi sistem kontrol yang lebih (advanced controlling) yang juga mencakup azas keamanan dan keselamatan. Test uji yang dapat dilakukan di YPLKI (effisiensi) dan BPPT (fungsi dan keselamatan) akan melengkapi rincian proyek yang juga memerlukan dana.

Pengembangan konverter kit menggunakan gas CNG akan dilanjutkan dengan menggunakan dana untuk pembelian tabung gas CNG dan gas reducer. Komponen dan sistem pada konverter kit LGV dapat dipakai untuk membuat konverter kit konvensional menjadi konverter kit yang handal (next generation) menggunakan konverter kit sequential. Hanya saja komponen tersebut harus dipasang setelah gas reducer yang mana tekananya rendah sehingga mudah diatur.

Demikianlah rincian proyek dibuat agar dapat membantu pemerintah dan rakyat dalam memiliki konverter kit yang benar apakah itu menggunakan LPG atau CNG dengan sistem sequential. (Dipl.-Ing. A. Hakim Pane) – Kunjungi Webnya: http://konverterkit-indonesia.blogspot.com/

Tinggalkan sebuah Komentar

Older Posts »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.