Konsep refill (isi ulang) dan tukar tabung pada penggunaan tabung fleksibel


Gambar : Model konverter kit LPG sistem sekuensial

Hayoooo……..siapa yang tahu perbedaan dari kedua gambar diatas??? Apa juga yang dimaksud dengan konsep judul diatas pada penggunaan konverter kit di kendaraan ??? Apakah sistem refill (isi ulang) dan tukar tabung biasa dipergunakan pada konverter kit yang beredar saat ini ??? Apakah tabung fleksibel juga umum dipergunakan pada sistem konverter kit???
Pertanyaan-pertanyaan diatas merupakan pembahasan selanjutnya mengenai jenis konverter kit yang beredar saat ini dan pengembangannya yang disesuaikan dengan kondisi, keadaan dan kebijakan pemerintah di Indonesia.
Perbedaan yang jelas dan sangat menyolok dari kedua gambar diatas adalah model konverter kit menggunakan tabung fix dan tabung fleksibel. Mari kita buatkan daftar atau list komponen yang terdapat pada kedua gambar diatas sehingga pembahasan dan pengembangannya menjadi jelas dan nyata.
Tabel : Daftar komponen konverter kit tabung fleksibel dan tabung fix
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa terdapat 5 komponen yang sama demikian juga 5 komponen yang berlainan. Yang jelas komponen yang terdapat dalam tabel diatas merupakan komponen penting peralatan konverter kit menggunakan bahan bakar gas LPG dan bukan CNG (di Indonesia pada umumnya gas CNG dikenal dengan istilah BBGyang mana tanda pengenal atau logonya berwarna hijau tapi ada juga yang menggunakan warna biru).
Kita mulai dari komponen tabungyang merupakan wadah tampung bahan bakar gas. Dikarenakan peralatan konverter kit menggunakan tabung fix maka harus ada suatu komponen dimana bahan bakar gas dapat diisi kembali (refill) ke dalam tabung yang dinamakan dengan filling unit. Tidak hanya komponen itu saja, tabung fix itu sendiri harus dilengkapi dengan suatu peralatan yang terdiri dari : komponen pressure relief valve, pressure relief devicedan komponen 80 per cent stop valve.
Komponen pressure relief valve merupakan katup pencegahan yang dibangun didalam tabung pada saat tekanan dalam tabung menjadi tinggi melebihi tekanan maksimum yang sudah ditentukan. Sedangkan komponen pressure relief device merupakan alat pencegahan jika terjadi kebakaran yang membuat tabung menjadi sangat panas dan tekanan menjadi sangat tinggi. Kedua komponen tersebut akan melakukan aksi mengeluarkan gas dari dalam tabung sehingga tidak akan terjadi ledakan tabung dan hanya terbakar saja karena gas dikeluarkan dari dalam tabung secara bertahap.
Sedangkan komponen 80 per cent stop valve merupakan alat untuk membatasi kapasitas dan tekanan gasdalam tabung agar tidak terlalu tinggi dan hanya dibatasikapasitas atau tekanan gas maksimal 80% saat pengisian atau refillgas LPG/Vigas. Ketiga komponen ini terdapat pada tabung fix sehingga faktor keselamatan dan keamanan dalam wadah tampung tabung fix dapat terjamin.
Selain itu pada konverter kit yang canggih menggunakan tabung fix terdapat sensor berupa pelampungseperti yang terdapat di dalam tangki BBM pada kendaraan saat ini untuk memonitoratau sebagai indikator kapasitas bahan bakar gas dalam tabung. Hal ini dapat dilakukan karena bahan bakar gas LPG dalam tabung berwujud cair dan penanganannya sama seperti pada kendaraan menggunakan BBM. Dengan adanya sistem sensor sebagai indikator kapasitas bahan bakar maka tingkat keamanan serta keselamatan akan ketersediaan bahan bakar gas dapat dipantau terus.
Berlanjut pada komponen distribusi dengan fungsi penurunan tekanan yang biasa dinamakan “Gas Reduceratau ada juga yang menyebut sebagai Vaporized”. Didalam komponen “gas reducer” bahan bakar gas dikumpulkan dan dipanaskan menggunakan media air radiator yang dialirkan melalui pipa-pipa didalamnya. Tekanan pada outlet komponen “gas reducer” tidak lagi tinggi dibandingkan tekanan gas dalam tabung fix karena adanya sistem diaphragmuntuk menurunkan tekanan didalam komponen “gas reducer”.
Komponen lainnya selain komponen wadah tampung dengan filling unitnya dan komponen distribusi dengan alat penurunan tekanannya seperti komponen shut off valve, pipa-pipa, gas filter, solenoid valve dengan komponen pendukungnya dan electronic gas control unit dapat dipakai pada model sistem konverter kit menggunakan tabung fix dan fleksibel.
Nah sekarang ada pertanyaan, komponen apa saja dan bagaimana cara kerja dari konverter kit LPG sistem sekuensial menggunakan tabung fleksibel dan perbedaannya dengan tabung fix ???
Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tabung fleksibel 3kg atau 12kg yang beredar sudah ber-SNI dan juga dilengkapi dengan komponen pressure relief valve dan pressure relief device didalamnya. Yang tidak ada pada tabung fleksibel adalah komponen 80 per cent stop valve karena tabung ini tidak diisi atau di-refill di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Dengan demikian dalam penggunaan konverter kit dengan tabung fleksibel yang sudah habis harus digantiatau ditukar dengan tabung fleksibel yang terisi penuh oleh bahan bakar gas. 
Faktor keselamatan dan keamanan peralatan konverter kit sistem sekuensial menggunakan tabung fleksibel satu-satunya dan yang membedakan dari penggunaan tabung fix, dapat ditingkatkan dengan menggunakan Kemasan atau Jacket (gas tight housing). Kemasan harus kedap udara atau gas menggunakan sistem parit pada bibir pinggiran kemasan. Penggunaan komponen kemasan diperlukan untuk :
  1. Melindungi tabung fleksibel dari kebocoran
  2. Melindungi tabung fleksibel dari benturandan tabrakan kendaraan (walaupun tabung fleksibel sudah ada SNI-nya, keamanan dan keselamatan ganda)
  3. Melindungi tabung fleksibel dari panas terik matahari
  4. Mendukung faktor pshychologi penggunaan tabung fleksibel
  5. Optimalisasi kinerja mesin/engine
Selain itu kemasan tabung fleksibel dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi kebocoran gasdan melakukan aksi yang diwakili oleh sistem aktuator untuk memberikan peringatan dalam bentuk alarm (buzzer) dan membuang gas yang terdapat dalam kemasan keluar dari kabin kendaraan. Gambar dibawah ini adalah contoh ide produksi kemasan untuk melindungi tabung fleksibel.
Gambar : Kemasan untuk melindungi tabung fleksibel
Berlanjut pada komponen distribusi dan penurunan tekanan, peralatan konverter kit dengan tabung fleksibel tidak menggunakan komponen “gas reducer” melainkan menggunakan small tube sebagai buffering dan pemanas. Perpindahan gas secara bertahap dari tabung fleksibel ke small tube dilakukan oleh komponen small tube yang kemudian dipanaskan menggunakan elemen pemanas.
Pressure control mempunyai tugas untuk mengatur tekanan gassehingga bahan bakar gas dapat dimasukkan kedalam sistem intake kendaraan dan cara kerjanya seperti keran air. Komponen “pressure control” akan terbuka lebar jika tekanan dalam tabung fleksibel menjadi rendah. Gabungan komponen small tube dan pressure control menggantikan komponen “gas reducer” pada konverter kit LPG. Gabungan komponen ini diperlukan agar penggunaan gas LPG dalam tabung fleksibel dapat lebih efisien dibandingkan jika menggunakan komponen “gas reducer” dipasaran.
Bersamaan dengan itu, perlahan-lahan sistem injector original kendaraan akan mengeluarkan BBM untuk diberikan kepada mesin kendaraan jika tekanan gas dalam tabung fleksibel mengecil. Pencampuran BBM dan BBG pada kendaraan diperlukan agar mesin tetap berfungsi jika tekanan gas dalam tabung fleksibel mengecil. Beberapa tahapan yang dapat terjadi dalam sistem pencampuran dalam peralatan konverter kit menggunakan tabung fleksibel :
  1. Tabung fleksibel berisi gas yang penuh, maka kendaraan otomatis menggunakan bahan bakar gas 100%,
  2. Bahan bakar gas dalam tabung fleksibel berisi hanya 10%, maka sistem injector original akan mengeluarkan BBM sebesar 90% untuk dicampur,
  3. Tabung fleksibel memiliki tekanan yang rendah sekali atau tabung kosong maka sistem injector original kendaraan akan bekerja 100%untuk mengeluarkan BBM yang diperlukan oleh mesin kendaraan, sampai ada tabung fleksibel yang berisi bahan bakar gas sehingga kendaraan secara otomatismenggunakan bahan bakar gas 100% pada kendaraannya.
Untuk model konverter kit ini karena menggunakan tabung fleksibel yang dapat diperoleh diwarung-warung maka sensor indikator gas dipasang diluar tabung yaitu dengan menggunakan sensor tekanan pada jalur distribusi gas berupa indikator gas dalam keadaan penuh/full(hijau), akan habis (kuning) dan sudah habis (merah). Indikator warna merah akan menyala jika gas dalam tabung benar-benar habisdalam tabung dan secara otomatis kendaraan bekerja dengan menggunakan BBM. Pada saat tabung LPG baru dipasang maka secara otomatis pula gas LPG mengambil alih bahan bakar untuk menjalankan mesin secara keseluruhan dan pada waktu yang bersamaan indikator warna hijau menyala. Indikator warna kuning akan menyala jika kondisi gas dalam tabung akan habis yang akan menyebabkan tekanan juga berkurang dan pada waktu yang bersamaan pencampuran BBM dan BBG berlangsung.
Metode ini sangat penting untuk tingkat keselamatan dan keamanan pada penggunaan bahan bakar gas menggunakan tabung fleksibel sehingga mesin kendaraan tetap berfungsi walaupun bahan bakar gas sudah menipis atau habis.
Jadi sesuai uraian diatas maka konsep dan model peralatan konverter kit yang tadinya hanya menggunakan tabung fix dapat dikembangkan menjadi peralatan konverter kit menggunakan tabung fleksibel. Pertanyaan berikutnya, apakah tabung fleksibel dapat dipergunakan pada sistem konverter kit LPG sistem sekuensial menggunakan tabung fix yang beredar saat ini dengan hanya mengganti sistem wadah tampung gas yang tadinya menggunakan tabung fix menjadi tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kemasan????
Pertanyaan diatas dapat langsung dijawab dengan kata “Tidak” dengan diikuti dengan pertanyaan berikutnya Mengapa???
Seperti kita ketahui bahwa beberapa aturan, ketentuan dan regulasi peralatan konverter kit dalam penggunaannya pada kendaraan telah ditetapkan oleh beberapa negara termasuk negara-negara yang termasuk dalam Uni Eropa, Amerika, dan lain-lain, seperti pada aturan, ketentuan, dan regulasi yang dikeluarkan oleh UNECE Transportation Division (UN Economic Commission for Europe) dan US Environmental Protection Agency (EPA) oleh negara Amerika.
Kita ketahui juga bahwa semua aturan, ketentuan dan regulasi peralatan konverter kit, apakah itu menggunakan bahan bakar gas LPG atau CNG, ditujukan untuk faktor keselamatan dan keamanan transportasi.
Dengan demikian konverter kit menggunakan tabung fix tidak dapat dirubah dengan mengganti begitu sajawadah tampung gasnya menggunakan tabung fleksibel, karena komponen peralatan konverter kit yang berhubungan dengan keselamatan dan keamanan sudah dikembangkan yang kemudian diatur dalam regulasi yang dikeluarkan oleh UNECE dan EPA.
Timbul pertanyaan yang menjadikan pertimbangan dan kesadaran akan model konverter kit yang lebih unggul dibandingkan dengan konverter yang beredar selama ini. Pertanyaannya adalah apakah penggunaan tabung fleksibel umum dipergunakan pada sistem konverter kit??? dan apakah penggunaan konverter kit menggunakan tabung fleksibel diperkenankan bagi keamanan dan keselamatan transportasi???
Regulasi peralatan konverter kit yang dikeluarkan oleh badan-badan regulator diatas dibutuhkan karena ada penggunaan konverter kit sebagai peralatan untuk menggunakan bahan bakar gas. Bahan bakar gas dibutuhkan pada kendaraan karena ada inovasi penggunaan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) yang sudah menipis, ada solusi permasalahan pemanasan global dan ada polusi (pencemaran udara).
Regulasi juga dikeluarkan karena adanya kepentingan politis maupun ekonomis selain kondisi, situasi dan kebijakan pemerintah. Seperti kita ketahui bahwa secara geologis negara-negara di Eropa dan Amerika terkumpul dalam satu kesatuan dan dalam satu benua pula sehingga regulasi yang dikeluarkan seharusnya mendukung kondisi dan situasi negara-negara tersebut selain faktor keselamatan transportasi dan kesepakatan akan ketersediaan bahan bakar gas dinegara masing-masing.
Yang paling penting adalah kondisi ketersediaan tabung fleksibel yang tidak dapat ditemukan dimana-mana seperti di Indonesia. Hal-hal inilah yang mendasari regulasi mengenai konverter kit menggunakan tabung fix yang dikeluarkan oleh negara Eropa dan Amerika.
Oleh karena itu konverter kit menggunakan tabung fleksibel tidak umum dan mungkin tidak adabahkan tidak diatur dalam regulasi yang dikeluarkan oleh UNECE dan EPA. Sementara konverter kit menggunakan tabung fleksibel seperti halnya konverter kit menggunakan tabung fix sama bahayanya karena sama-sama menggunakan bahan bakar gas. Kenapa konverter kit menggunakan tabung fleksibel dikatakan lebih berbahaya??? Semua tingkat bahaya menggunakan bahan bakar gas seperti halnya konverter kit menggunakan tabung fix dapat direkayasadengan teknologi yang semakin maju selain sosialisasi dan kebiasaanmenggunakan bahan bakar gas.
Konverter kit menggunakan tabung fleksibel yang sudah diuraikan diatas dikembangkan sesuai azas keselamatan dan keamanan transportasi. Tabung fleksibel yang ber-SNI dan rekayasa teknologi sudah dikembangkan dan diterapkan pada sistem konverter kit menggunakan tabung fleksibel sehingga mempunyai keamanan dan keselamatan ganda yang didukung oleh kemasan dan sistem pencampuran BBM dan BBG.
Sekarang tunggu apalagi !!!
  1. Indonesia mempunyai sistem distribusi bahan bakar gas dalam tabung fleksibel yang tersebar dimana-mana.
  2. Indonesia juga sudah mempunyai peralatan konverter kit sistem sekuensial menggunakan tabung fleksibel inovasi putra bangsa sehingga bahan bakar gas dalam tabung fleksibel dapat dipergunakan dengan baik dan aman.
  3. Indonesia juga mempunyai SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk membuat spesifikasi teknis dan standar industri yang bermutu.
  4. Indonesia mempunyai lembagadan badan seperti LIPI dan BPPT serta Universitas-universitas untuk menguji peralatan konverter kit menggunakan tabung fleksibel menjadi produk yang teruji dengan keselamatan dan keamanannya.
Sudah jelas semua ini pasti ditanggapi oleh pemangku kebijakan yang tidak pro rakyatdengan mengatakan TIDAK….“kita harus mengikuti regulasi UNECE atau EPA”, atau “pemerintah menetapkan bahan bakar gas CNG sebagai bahan bakar kendaraan” atau “bahan bakar gas LPG tidak diperkenankan untuk dipakai karena impor” atau banyak lagi alasan yang dilontarkan untuk kepentingan mereka dan golongan.
Semua pernyataan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sebenarnya ditujukan untuk kepentingan diri mereka sendiri atau golongan. Yang lucunya energi ada dimana-mana di bumi Indonesia tercinta ini dan dapat dipergunakan langsung oleh rakyat yang mempunyai masalah kesulitan mendapatkan bahan bakar diluar pulau Jawa. Tetapi pemerintah tidak merespon dan tidak mendukungmalah membuat masalah yang lebih luas dengan menggunakan bahan bakar yang harus memerlukan infrastruktur yang sulit dan tidak kunjung selesai.
Pemerintah tidak menggunakan kekuasaannya dengan menggunakan SNI (Standar Nasional Indonesia) sebagai standar industri untuk produk dalam negeri melainkan hanya mengadopsi dengan cara “copy pasteregulasi yang berlaku dinegara Eropa dan Amerika sehingga bahan bakar alternatif berupa gas yang banyak di Indonesia tidak dapat direalisasikan pada kendaraan dan rakyat menanggung masalah ini dengan kelangkaan bahan bakarnyadiluar pulau Jawa. Subsidi BBMdibiarkan tetap membengkak oleh pemerintah sehingga rakyat tidak maju dan pembangunan terlantar. Siapa yang menikmati ini semua ???
Bahan bakar LPG dikatakan impor sementara gas LPG dapat diproses dari gas alam (methan, bahan dasar gas CNG) dengan cara synthesis menghasilkan gas DME setara dengan gas LPG. Bangun dong “proses unit” untuk merubah gas alam menjadi LPG??? Jangan lupa….jika ketersediaan LPG diragukanmaka rakyat bukan lagi tidak dapat menggunakan kendaraan melainkan tidak dapat makan karena tidak dapat memasak. Pikirkan masalah itu…agar ketersediaan energi yang berkelanjutan benar-benar dapat dinikmati rakyat (biasanya sering disebut-sebut dalam suasana wacana oleh pejabat dengan istilah sustainable energy).
Bahan bakar LPG dikatakan tidak diperkenankan untuk dipergunakan pada kendaraan bermotor. Anehnya ada proyek dengan tender konverter kit menggunakan bahan bakar gas LPG untuk mesin-mesin motor nelayan (lihat di Internet dan gambar dibawah). Konsisten dan tegas dong wahai pejabat !!!…….Yang lebih parah, ada lagi proyek mubazir disalah satu Kementerian Negara menggunakan bahan bakar gas CNG untuk mesin-mesin motor nelayan. Sudah dibayar dan terlantar begitu saja karena stasiun pengisian bahan bakarnya tidak tersedia. Apakah kasus seperti ini (proyek mubazir) masuk dalam ranah hukum dan harus diusut oleh KPK???.Kasus seperti itu kan merugikan keuangan negara???

Gambar : Tender peralatan konverter kit menggunakan gas LPG dan proyek gas CNG yang terlantar

Bung !!!! jangan terlalu sering adopsi regulasi luar negeri dan jangan terlalu sering ber-retorika mendukung produk dalam negeri sementara mereka-mereka itu senang impor produk luar negeri…(sungguh sangat konsumtif dan tidak produktif). Yang pertama mereka tidak perlu susah-susah mengembangkan produk dan yang parahnya lagi mereka-mereka itu takut tidak dapat kue dari uang dan keringat rakyat.
Wah jika diikuti terus protes rakyat kepada pemerintah maka tidak akan selesai-selesai nih masalah bangsa dan negara. Yang dapat kita lakukan adalah jalan terus untuk melahirkan produk unggulan dalam negeri untuk membantu rakyatnya yang kesusahan.
Konverter kit LPG sistem sekuensial menggunakan tabung fleksibel akan terus dikembangkan dan disosialisasikandengan konsep “Demonstrative Projects”. Biarlah rakyat yang merasa diuntungkandan yang dapat menilai bahwa produk ini sangat berguna dan dibutuhkan. Kebutuhan pasar dan konsep inovasi dengan uji terapnya akan mendukung realisasi SNI dan kebijakannantinya. Mudah-mudahan produk ini dapat menjadi produk unggulan dalam negeri dengan manfaat dan faedahnya….Amin….
Oleh : Dipl.- Ing. A. Hakim Pane

9 Komentar »

  1. saya pendukung konversi gas,
    saya sangat mendukung LPG pada awalnya tapi mendengar sekarang kita harus import LPG membuat saya berfikir ulang tentang CNG yang supplynya lebih stabil dari dalam negri, memang converter LPG lebih simple, tapi untuk kedepannya apa tidak lebih baik kita mendukung CNG yang process produksinya lebih simple?
    saya juga masih bingung mau convert ke LPG ato CNG, karena takut harga LPG melambung dan berebut dengan perut rakyat indonesia, seperti kejadian Ethanol di USA yang mendongkrak harga pokok pangan warga yang banyak menggunakan jagung sebagai bahan makanan pokok mereka..

    sekian opini saya
    terima kasih

  2. Salam…

    Terima kasih atas komentarnya…dan saya sangat menghargai opini bapak dan keperihatinannya atas ketersediaan bahan bakar LPG…

    Itulah tujuan dan maksud saya memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada umum pada penggunaan bahan bakar gas di kendaraan dan menghimbau kepada pemerintah untuk membuat kebijakan pro rakyat apalagi hal ini berhubungan dengan kebijakan energi.

    Yang perlu didesign oleh pemerintah adalah “proses unit” untuk merubah gas methan atau gas alam menjadi gas DME setara dengan gas LPG. Itu bahan bakar masa depan loh!!!. Apakah orang tahu dan dapat membedakan bahwa gas yang terdapat didalam tabung 3kg atau 12kg adalah gas LPG atau gas DME???

    Kenapa pada permasalahan konverter kit, pemerintah justru mengalihkan ke bahan bakar gas CNG sementara pemerintah selalu mengatakan LPG impor. Kenapa pemerintah tidak menyelesaikan satu permasalahan “mengenai impor gas LPG” malah menimbulkan masalah berikutnya???Jika gas LPG masih impor (katanya…) mengapa “proses unit” tidak dibangun??? “Proses unit” diperlukan juga nantinya untuk perut rakyat. Wong belum ada konverter kit LPG saja sudah banyak kelangkaan gas LPG. Ketersediaan bahan bakar gas terutama LPG bukan saja menjadi opini rakyat kecil seperti kita, tetapi terang-terangan sudah dibuka tuh oleh mantan Direktur PLN Dahlan Iskan yang sekarang dipojokkan karena argumen dia tidak menggunakan bahan bakar gas untuk membela padamnya listrik di Jakarta.

    Untuk program demonstrative projects yang saya canangkan sebenarnya hanya dilakukan selama 2 tahun yang kemudian jika infrastrukturnya sudah siap termasuk SPBGnya maka konsep tabung fleksibel tidak dipergunakan lagi dan hanya menggunakan tabung fix. User nantinya juga akan setuju jika tabung dirubah karena menggunakan tabung fix lebih praktis dan mudah. Jadi tidak akan ada lagi berita perebutan dengan perut rakyat Indonesia karena ada perbedaan kebijakan dalam penggunaan gasnya (Vigas dan LPG). Tetapi menurut saya, dalam waktu 2 tahun dapat membantu rakyat pada permasalahan kelangkaan BBM dan saya rasa dalam waktu 2 tahun tidak mengganggu ketersediaan bahan bakar gas LPG untuk perut rakyat Indonesia.

    Sebagai tambahan saja :

    Saya pernah lihat di media TV TVOne mengenai kebijakan pemerintah Amerika yang secara besar-besaran menggunakan bahan bakar gas terutama gas CNG, tetapi di siaran tersebut tidak ada satupun saya lihat kendaraan kecil (sedan) yang menggunakan bahan bakar gas CNG, melainkan pada bus dan truk. Jangankan negara maju seperti negara Inggris, Jerman dan Amerika bahkan negara Pakistan pun sudah meninggalkan gas CNG dan menggunakan LPG (silahkan lihat Chatting saya dengan pihak Autogas di Turki, http://lh4.googleusercontent.com/-DiCzy67lggk/UJQNYoEFijI/AAAAAAAAA4s/NgdY2kIv-2g/w862-h505-p-k/Screenshot_2012-10-23-14-48-02.jpg.

    Masalah ini juga sudah pernah kita perdebatkan pada suatu lembaga pemerintah. Dalam kebingungan mereka bertanya “kenapa ya pemerintah menggunakan CNG??? Lucunya mereka juga yang menjawab, “oh iya…mungkin agar ada proyek lagi dimasa depan atau akan datang…”

    Dianalisa saja sesuai artikel-artikel yang pernah saya tulis di blog. Infrastruktur gak ada…koq konverter kit CNG sudah dibagikan? Pembangunan SPBG menurut saya juga nantinya ditujukan pada kendaraan berbadan besar makanya dibangun tidak banyak dan meluas karena teknologinya termasuk sulit. Selain itu penggunaan gas CNG memiliki tingkat bahaya yang berlipat ganda, tidak hanya tingkat bahaya karena tekanannya yang tinggi tetapi juga jika terjadi kebocoran dalam ruang kabin kendaraan (jika tabung diinstall dalam kabin) maka kejenuhan gasnya akan terjadi dengan cepat karena tekanan tinggi (pernah juga saya tulis di artikel pada blog sebelumnya).

    Yang paling parah adalah kapasitas gasnya itu loh… Apakah ada orang yang mau mengorbankan diri untuk menggunakan bahan bakar gas dengan cara bolak balik mengisi gasnya di SPBG? Di kendaraan berbadan besar dapat dipasangankan 4 -11 tabung dibawah chasis.

    Demikian ulasan saya terhadap opini yang bapak sampaikan…

    Terima kasih

  3. wah saya baru tahun nih masalah DME, jadi sebenarnya kita punya LPG ato DME ya pa? kalo DME bisa menggantikan solar juga, pasti DME adalah alternatif yang sangat menarik ya pa..

    moga2 pemerintah bisa buka mata deh masalah DME ini..
    saya mau baca-baca lagi nih masalah process produksi DME dan seberapa efficient processnya biar bisa jadi komparasi antara CNG vs LPG VS DME, masalah satu dengan LPG, process exctraksinya banyak menggunakan kimia yang merusak lingkungan, maka dari itu saya sedikit pro CNG, moga2 saya salah dalam hal ini..

    Terima Kasih

  4. Wah itu bagi saya juga baru tuh…mengenai polusi dari ekstraksi gas LPG…yang jelas negara maju untuk menyikapi pemanasan global dan polusi menggunakan LPG dan bukan gas CNG…negara Pakistan saja sudah beralih…kenapa ya???

    Kalau saya boleh kasih pandangan sebenarnya penggunaan bahan bakar gas pada kendaraan sebenarnya di galakkan pertama-tama untuk program peralihan BBM ke BBG yang mana persediaan minyak dunia semakin menipis dan kemudian program pemanasan global, biasanya dinamakan dengan energy alternatif. Salah satu kontribusi program energi alternatif dan renewable energy adalah penggunaan bahan bakar gas selain BBM dan Batubara yang berdampak sangat tinggi pada pemanasan global. Begitu loh kira-kira pandangannya dengan dibantu data dari asosiasi Autogas yang sudah memakai gas LPG selama 10 tahun dinegara maju di Eropa dan Amerika untuk tujuan efisiensi, pemanasan global dan polusi(lihat info Autogas disitu-situs).

    Selain itu juga gas seperti kita ketahui tidak berbau, tidak berwarna dan tidak mengandung logam. Cara berfikir menggunakan kosakata “tidak mengadung logam” harus di pisahkan. Seperti kita ketahui bahwa wujud gas lebih bersih dari segala macam kandungan atau campuran yang unsurnya lebih berat dari unsur-unsur utamanya. Oleh karena itu gas lebih ramah lingkungan pada ruang lingkup polusi. Jadi penggunaan istilah pemanasan global dan polusi dipisahkan dari unsur-unsur yang terdapat didalamnya seperti unsur logam termasuk karbon dimana unsur karbon berkontribusi pada pemanasan global.

    Mengenai DME ya sudah pasti ada prosesnya dong!!! Logika saja cara berfikirnya…Bilanglah benar adanya bahwa Indonesia mengimpor gas LPG dari negara Jepang. Kita tahu bahwa Jepang tidak memiliki sumber alam gas dan minyak, koq bisa ya ekspor ke Indonesia….Lucunya justru Indonesia mengekspor gas methan yang dinamakan LNG (Liquid Natural Gas, gas alam yang dicairkan menggunakan teknologi pendinginan -160 derajat celcius)dengan harga murah. Diproses disana menggunakan metoda synthesis kemudian dikirim lagi ke Indonesia….lucu ya…Terus dari mana dong negara Jepang dapat gas LPGnya sementara negara Jepang saja impor bahan bakar minyak dari negara-negara di Timur Tengah…Apakah kita tidak tahu bahwa gas LPG itu didapat dari kilang minyak??? Oleh karena itu namanya saja Liquid Petroleum Gas (LPG). jadi gas apa dong yang ada didalam tabung 3kg atau 12kg yang katanya impor??? Apakah gas dalam tabung fleksibel 3kg atau 12kg adalah gas DME atau gas LPG??? Hanya pemerintah, dpr, pengusaha dan pertamina yang tahu itu….

    Hayo dukung pembangunan “proses unit” untuk menghasilkan gas DME (energi alaternatif masa depan) sehingga negara kita tangguh dengan kebijakan energinya untuk masa 50 tahun hingga 80 tahun kedepan…apakah itu untuk perut rakyat Indonesia atau untuk hal lainnya. Pergunakan “bahan jadi” dan bukan “bahan baku” untuk keperluan kehidupan dan penghidupan bangsa serta energi yang berkelanjutan (sustainable energy). Sangat berbahaya jika bahan baku langsung dipergunakan pada kendaraan.

    Terima Kasih…

  5. Sedikit mau bertanya tentang tabung LPG pa..hasil riset saya 1KG lpg kira2 550 gram, jadi satu tabung standard lpg ada sekitar 21liter, dengan harga pasaran disekitar 80rban per tabung berarti perliternya 4000an, apa satu liter lpg bisa menempuh sejauh 1 liter premium?
    Dengan converter kita bapak sekarang apa semua mobil injection bisa atau hanya tertentu saja pa? kalo memiliki lebih dari 4 cylinder bagaimana dengan harganya pa?

    Terima Kasih

  6. Dapat dibaca di artikel “FAQ” diblog yang sama mengenai konversi kg ke liter bahan bakar gas LPG. Jadi kalau pakai tabung fleksibel 12 kg maka konversi ke liternya adalah 1,7 x 12 kg didapat kurang lebih 24 liter jika kita bulatkan saja 1,7 menjadi faktor 2.

    Jadi untuk 12 kg LPG setara dgn 24 liter LPG. Jika kendaraan memakai bensin 1 liter untuk 10 km maka perbandingannya 1 : 10.

    Jadi jika menggunakan gas LPG perbandingannya sama seperti bensin premium yaitu 1:10 makan jarak tempuh yang dapat dihasilkan untuk 24 liter adalah 240km. Ternyata dengan tuning dan menggunakan ignition modul (modul pengapian)untuk merubah timing pengapian kendaraan, terakhir saya dapat kurang lebih 260km – 270 km tuh…Jadi perubahan timing juga sangat menentukan efisiensi, performance dan emisinya. Apakah perbandingannya masih 1:10 ???

    Mengenai harga per kg-nya dapat dikonversi saja pak…..Jadi jika didalam tabung ada 24 liter maka harga LPG Rp. 78.000 dibagi 24 liter jadi berapa??? kurang lebih kan Rp. 3.250,- per liter….

    Tapi harga per liter ataupun harga per kg tidak hanya dilihat dari harga per liter atau per kg-nya. Jika ternyata memakai LPG lebih irit dibandingkan dengan bensin dengan tuning dan setting serta menggunakan modul timing pada kendaraan maka akan lebih optimal lagi pemakaiannya. Biasanya konverter kit yang umum, apakah itu CNG atau LPG tidak merubah sistem pengapiannya (info penting).

    Untuk harga 4 silinder dengan sistem 6 silinder sudah tentu berlainan. Untuk sistem 6 silinder masuk dalam sistem 8 silinder. Jadi ada dua model konverter kit dengan maksimal 4 silinder dan satu lagi maksimal dengan 8 silinder. Jadi 6 silinder masuk dalam sistem 8 silinder sedangkan avanza atau Xenia yang mempunyai 3 silinder masuk dalam sistem 4 silinder…

    Demikian infonya dan terima kasih….

  7. maaf pa halaman FAQnya mungkin crash ya pa? ato saya salah alamat..mohon bantuannya pa…trims

  8. Dicoba dilihat di http://konverterkit-indonesia.blogspot.com/2012/10/faq-frequently-asked-question.html….ada penjelasan mengenai efisiensi BBG (harga dan jarak tempuh).

    Terima kasih

  9. saya punya hyundai trajet, saya tertarik dengan konverter kit yang ditawarkan.
    bagaimana cara mendapatkannya pa.
    tks

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: